Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-8
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima prinsip-prinsip demokrasi yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim
- Menjalankan sikap toleran dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim
- Mengorganisasi informasi tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
- Mengomunikasikan hasil analisis tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
MATERI
C. Perang Uhud
Perang Uhud merupakan kelanjutan dari dendam kaum Quraisy akibat kekalahan mereka dalam Perang Badar. Kematian tokoh penting seperti Abu Jahal dan Utbah menimbulkan amarah yang membara di kalangan Quraisy. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan pasukan berjumlah 3.000 orang yang dipimpin oleh Abu Sufyan untuk menyerang kaum muslimin.
Dari pihak umat Islam, Rasulullah saw. awalnya menyiapkan 1.000 prajurit. Namun, di tengah perjalanan, 300 orang munafik yang dipimpin Abdullah bin Ubay membelot dan kembali pulang, sehingga jumlah pasukan muslim hanya tersisa 700 orang. Pertempuran ini terjadi pada pertengahan bulan Sya'ban tahun ke-3 Hijriah dan dinamakan Perang Uhud karena berlangsung di Bukit Uhud.
Pada awal peperangan, kaum muslimin berhasil menguasai keadaan dan hampir memperoleh kemenangan. Akan tetapi, situasi berubah ketika 50 pemanah yang ditugaskan menjaga posisi strategis meninggalkan tempatnya demi mengambil harta rampasan perang. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pasukan Quraisy untuk merebut posisi tersebut dan menyerang balik kaum muslimin.
Akibat pertempuran tersebut, Nabi Muhammad saw. mengalami luka-luka serius. Sebanyak 70 prajurit muslim gugur sebagai syuhada, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi yang sangat beliau cintai. Dari pihak Quraisy, 23 orang tewas dalam pertempuran.
Peristiwa Uhud memberikan pelajaran berharga bagi kaum muslimin. Kekalahan yang dialami bukan karena lemahnya jumlah atau kekuatan, melainkan akibat ketidaktaatan terhadap perintah Rasulullah saw. Pasukan pemanah yang lalai dan tergoda oleh harta dunia meninggalkan pos pertahanan, sehingga musuh dengan mudah menyerang dan memukul mundur barisan muslim. Perang ini menjadi pengingat bahwa ketaatan, disiplin, dan kepatuhan kepada pemimpin merupakan kunci kemenangan dan kejayaan umat Islam.
D. Perang Khandaq
Perang Khandaq terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriah. Perang ini juga dikenal dengan sebutan Perang Ahzab, karena melibatkan pasukan gabungan dari berbagai kabilah, antara lain Quraisy, Ghatafan, Bani Salim, Bani Asad, Bani Murah, dan Bani Asya', yang bersekutu dengan orang-orang Yahudi Bani Nadir. Jumlah mereka mencapai lebih dari 10.000 tentara, menjadikan peristiwa ini sebagai pengepungan terbesar yang pernah terjadi di Jazirah Arab kala itu. Pasukan musuh dipimpin oleh Abu Sufyan.
Dari pihak kaum muslimin, Nabi Muhammad saw. menyiapkan 3.000 pasukan. Atas usul Salman al-Farisi, beliau menerapkan strategi pertahanan baru dengan menggali parit besar di sekeliling Madinah. Taktik ini belum pernah dikenal di tanah Arab sebelumnya.
Ketika pasukan Ahzab tiba di Madinah, mereka terkejut melihat adanya parit yang menghalangi laju mereka. Setiap kali mencoba menyeberang, mereka disambut hujan panah dari kaum muslimin. Akibatnya, musuh tidak mampu menembus pertahanan kota.
Pengepungan berlangsung berhari-hari hingga persediaan makanan kaum muslimin menipis. Namun, pada saat yang genting, Allah menurunkan pertolongan-Nya berupa angin kencang dan hujan deras yang menghancurkan tenda serta perbekalan musuh. Pasukan Ahzab pun terpaksa mundur tanpa hasil.
Setelah perang berakhir, kaum muslimin mengambil tindakan tegas terhadap Bani Quraizah yang terbukti berkhianat dengan membantu musuh. Dalam peristiwa ini, enam orang muslim gugur sebagai syuhada, salah satunya adalah Sa'ad bin Mu'adz.
Kemenangan dalam Perang Khandaq mengangkat wibawa umat Islam dan membuat Madinah semakin disegani. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an, Surah Al-Ahzab ayat 9. Sejak saat itu, pasukan musyrik Quraisy tidak lagi berani melakukan serangan terbuka terhadap kaum muslimin. Perang Khandaq menjadi bukti bahwa kekuatan iman, persatuan, serta strategi yang tepat mampu mengalahkan jumlah musuh yang jauh lebih besar.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
1. Perang Uhud
2. Perang Khandaq