Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-13
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai nilai-nilai Islam dan perjuangan Rasulullah saw. dalam menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
- Menjalankan sikap berani dalam kebenaran dan santun dalam menjaga perdamaian sebagaimana pada peristiwa Fathu Makkah.
- Menganalisis sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah dan cara-cara Rasulullah saw. menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
- Mengorganisasi sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah dan informasi tentang cara-cara Rasulullah saw. menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
MATERI
D. Memaafkan Penduduk Mekah
Setelah penaklukan Kota Mekah, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat untuk mendirikan tenda di dekat makam Abu Thalib dan Khadijah. Di tempat itulah beliau beristirahat dan memanjatkan syukur kepada Allah Swt. atas karunia yang agung. Beliau dapat kembali ke kota kelahirannya dengan penuh kehormatan tanpa pertumpahan darah sedikit pun.
Saat memandang lembah dan gunung-gunung di sekitar Mekah, Rasulullah saw. teringat pada masa lalu ketika penduduk kota itu menolak dakwahnya, menghina, menyiksa, bahkan mengusirnya dari tanah kelahiran. Namun, beliau sama sekali tidak menunjukkan rasa dendam. Meskipun telah menjadi penguasa penuh, Nabi tidak membalas perlakuan buruk kaum Quraisy. Sebaliknya, beliau memilih untuk memaafkan mereka dengan tulus.
Sikap pemaaf dan kebijaksanaan Rasulullah saw. inilah yang membuat hati penduduk Mekah luluh. Banyak di antara mereka kemudian masuk Islam dengan sukarela. Beliau juga menepati janjinya untuk menjadikan Mekah sebagai kota yang damai dan aman. Tindakan Rasulullah saw. menjadi teladan yang mulia bagi umat Islam dalam menghadapi persoalan hidup, bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada pembalasan, melainkan pada kemampuan untuk memaafkan.
E. Menjaga Kehormatan Penduduk Mekah
Kabar penaklukan Mekah segera menyebar ke seluruh Jazirah Arab. Para kafilah dagang yang melintasi kota itu menyaksikan bahwa kaum muslimin tidak melakukan pembalasan, tidak menumpahkan darah, dan tidak merusak harta benda, meskipun sebelumnya mereka pernah dicaci, disiksa, dan diusir oleh penduduk Mekah. Kaum muslimin tetap memegang teguh ajaran Rasulullah saw. tentang kasih sayang, kedamaian, dan penghormatan terhadap sesama manusia.
Islam mengajarkan untuk menebarkan perdamaian, memelihara kasih sayang, menegakkan keadilan, serta menghormati hak-hak manusia. Dalam peristiwa Fathu Makkah, Rasulullah saw. menampilkan kemuliaan ajaran Islam dengan menjaga kehormatan penduduk Mekah dan memperlakukan mereka secara santun.
Setelah kemenangan itu, Rasulullah saw. mengarahkan kaum muslimin untuk berdakwah di Mekah dengan cara damai. Mereka mulai membangun tatanan masyarakat baru yang berlandaskan nilai-nilai ukhuwah islamiah (persaudaraan seiman), keadilan, musyawarah, kasih sayang, serta saling menolong dalam kebaikan. Penduduk Mekah pun mulai menjalani kehidupan baru di bawah naungan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Hubungan antara kaum muslimin dan penduduk Mekah berubah total. Mereka yang dahulu bermusuhan kini hidup rukun sebagai saudara seiman. Kaum muslimin tidak menyombongkan diri atas kemenangan yang diraih, justru mereka mengayomi dan melindungi penduduk yang dahulu memusuhinya. Akhlak luhur inilah yang menarik simpati masyarakat Mekah sehingga mereka berbondong-bondong memeluk Islam dengan sepenuh hati.
Hikmah Strategis Fathu MakkahPenaklukan Mekah menjadi peristiwa penting dan strategis bagi penyebaran Islam di seluruh Jazirah Arab. Letak Mekah yang berada di jalur perdagangan menuju Syam (Suriah) mempermudah penyebaran dakwah Islam ke berbagai wilayah.
Rasulullah saw. berhasil menunjukkan bahwa Islam bukan sekadar kekuatan militer, tetapi agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan. Kemenangan beliau bukan hanya menaklukkan wilayah, melainkan juga menaklukkan hati manusia dengan akhlak mulia dan kasih sayang. Hal inilah yang membuat banyak pemimpin Quraisy dan rakyatnya memeluk Islam dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Setelah penaklukan Mekah, Rasulullah saw. mendirikan tenda di dekat makam _______ dan _______ untuk beristirahat dan bersyukur kepada Allah Swt.
- Rasulullah saw. tidak menunjukkan rasa _______ meskipun dahulu penduduk Mekah telah mengusir dan menyakitinya.
- Sikap Rasulullah saw. yang memilih untuk memaafkan penduduk Mekah membuat banyak orang _______ masuk Islam dengan sukarela.
- Rasulullah saw. berjanji menjadikan Kota Mekah sebagai kota yang _______ dan penuh kedamaian.
- Islam mengajarkan kasih sayang, kedamaian, dan menghormati _______ manusia.
- Setelah peristiwa Fathu Makkah, kaum muslimin mulai membangun tatanan masyarakat baru yang berlandaskan nilai-nilai _______ islamiah.
- Akhlak luhur Rasulullah saw. dalam memaafkan musuh menjadi contoh bahwa kekuatan sejati terletak pada kemampuan untuk _______.
- Dalam peristiwa Fathu Makkah, kaum muslimin tidak melakukan _______ atau balas dendam terhadap penduduk Mekah.
- Posisi strategis Kota Mekah sebagai jalur perdagangan menuju wilayah _______ memperlancar penyebaran dakwah Islam.
- Penaklukan Mekah menunjukkan bahwa kekuatan dakwah Rasulullah saw. bukan hanya menaklukkan wilayah, tetapi juga menaklukkan _______ manusia.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8