Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-6
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima prinsip-prinsip demokrasi yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim
- Menjalankan sikap toleran dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim
- Mengorganisasi informasi tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
- Mengomunikasikan hasil analisis tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan berbagai kesepakatan dengan kelompok nonmuslim.
MATERI
Nabi Muhammad saw. dikenal sebagai seorang pemimpin perang yang cakap dan penuh keberanian. Sepanjang hidupnya, beliau mengikuti sekitar 27 peperangan, di antaranya Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandaq.
Perang Badar dimulai dengan duel satu lawan satu sebelum akhirnya berkembang menjadi pertempuran besar antara kaum muslimin dan kafir Quraisy. Dalam peperangan ini, Allah menurunkan para malaikat untuk membantu kaum mukminin, sehingga kemenangan diraih dengan gemilang.
Perang Uhud terjadi pada pertengahan bulan Syaban tahun ke-3 H di Gunung Uhud. Dalam peperangan ini, kaum muslimin mengalami kekalahan. Hal itu disebabkan oleh sebagian pasukan pemanah yang meninggalkan posisinya demi mengumpulkan harta rampasan perang, sehingga formasi pertempuran menjadi kacau dan dimanfaatkan oleh pihak musuh.
Perang Khandaq berlangsung pada bulan Syawal tahun ke-5 H di sebelah utara Madinah. Atas usul Salman al-Farisi, kaum muslimin menggali parit di sekitar kota untuk menghalau pasukan musuh. Strategi ini terbukti berhasil, hingga akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin tanpa pertempuran langsung.
Dalam setiap peperangan, Rasulullah saw. menampilkan ketegasan, keberanian, serta kebijaksanaan yang patut diteladani. Dari sikap beliau, kita dapat belajar arti penting kepemimpinan yang gagah berani namun tetap bijaksana.
A. Piagam Madinah
Sebuah negara atau pemerintahan hanya dapat berjalan baik apabila kehidupan masyarakatnya tertata dengan rukun, aman, dan damai. Demikian pula Nabi Muhammad saw., selain sebagai seorang rasul yang menyampaikan dakwah, beliau juga berperan sebagai pemimpin pemerintahan di Madinah. Tugas tersebut beliau jalankan dengan penuh tanggung jawab, mengatur kebutuhan umat dalam bidang agama, ekonomi, sosial, dan keamanan agar rakyat hidup tenteram dan sejahtera.
Langkah pertama setelah hijrah ke Madinah adalah membangun masjid. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pendidikan, pengajaran agama, tempat musyawarah, pengadilan, serta pusat pemerintahan dan politik pada masa itu.
Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. mempersaudarakan kaum Muhajirin dari Mekah dengan kaum Anshar di Madinah. Persaudaraan ini tidak didasarkan pada hubungan darah, melainkan pada ikatan akidah, yaitu keyakinan kepada Allah. Dengan persaudaraan yang kuat, kehidupan sosial dan keamanan Madinah menjadi lebih stabil.
Untuk memperkokoh tatanan masyarakat, Rasulullah saw. kemudian menyusun sebuah perjanjian tertulis yang mengatur hubungan antara kaum Muhajirin, Anshar, dan Yahudi. Perjanjian ini dikenal dengan Piagam Madinah, disepakati pada tahun 623 M (tahun ke-2 H).
Isi Piagam Madinah antara lain:
- Kaum muslimin dan Yahudi hidup berdampingan secara damai, bebas memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing.
- Jika salah satu pihak diserang musuh, pihak lain wajib memberikan pertolongan.
- Kaum muslimin dan Yahudi wajib saling bekerja sama demi kepentingan bersama.
- Nabi Muhammad saw. diakui sebagai pemimpin tertinggi bagi seluruh penduduk Madinah, dan perselisihan diselesaikan berdasarkan keadilan beliau.
Piagam Madinah menjadi bukti berdirinya pemerintahan Islam di Madinah dengan Nabi Muhammad saw. sebagai kepala negara. Semua penduduk, baik muslim maupun nonmuslim, diakui sebagai warga negara dengan hak dan kewajiban yang diatur dalam undang-undang tertulis.
Kekuatan militer yang dibangun Nabi saw. semata-mata untuk mempertahankan diri, bukan untuk menyerang. Ketika musuh berniat memerangi Islam, barulah umat Islam diperbolehkan berperang sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 39:
Artinya:
"Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Maha Kuasa menolong mereka itu." (Q.S. al-Hajj/22:39)
Ayat ini menegaskan bahwa perang dalam Islam bukanlah untuk menyebarkan agama dengan kekerasan, melainkan sebagai upaya mempertahankan diri.
Untuk menghadapi ancaman musuh, Rasulullah saw. mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya:
- Melakukan pengintaian dan pengawasan di daerah perbatasan.
- Menyiapkan pasukan untuk membela diri bila terjadi serangan.
- Mengutus mata-mata guna mengetahui rencana musuh.
- Melakukan embargo ekonomi dengan menguasai jalur perdagangan sekitar Madinah.
Selain itu, beliau juga membentuk satuan keamanan yang menjadi cikal bakal tentara Islam. Satuan ini bertugas menjaga stabilitas keamanan dalam negeri serta mengawasi jalur perdagangan yang ramai dilalui pedagang dari Yaman dan Syam. Dengan langkah-langkah tersebut, Madinah menjadi negeri yang aman, teratur, dan disegani.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. memimpin sekitar ____ kali peperangan selama hidupnya.
- Perang Badar dimulai dengan perang tanding, kemudian Allah menurunkan ____ untuk membantu kaum muslimin.
- Kekalahan kaum muslimin dalam Perang Uhud disebabkan oleh sebagian pasukan yang meninggalkan ____ demi mengumpulkan harta rampasan.
- Strategi menggali parit pada Perang Khandaq diusulkan oleh sahabat bernama ____.
- Setelah hijrah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan Nabi Muhammad saw. adalah membangun ____.
- Masjid pada masa Nabi berfungsi sebagai pusat ibadah, pendidikan, pengadilan, musyawarah, sekaligus pusat ____.
- Nabi Muhammad saw. mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum ____ di Madinah.
- Piagam Madinah disepakati pada tahun ____ M atau tahun ke-2 H.
- Pemimpin tertinggi Madinah berdasarkan Piagam Madinah adalah ____.
- Surah yang menjelaskan izin berperang bagi umat Islam karena dizalimi terdapat dalam Surah ____ ayat 39.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8