Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-12
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai nilai-nilai Islam dan perjuangan Rasulullah saw. dalam menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
- Menjalankan sikap berani dalam kebenaran dan santun dalam menjaga perdamaian sebagaimana pada peristiwa Fathu Makkah.
- Menganalisis sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah dan cara-cara Rasulullah saw. menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
- Mengorganisasi sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah dan informasi tentang cara-cara Rasulullah saw. menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
MATERI
B. Penaklukan Kota Mekah
Setelah mengetahui pengkhianatan kaum Quraisy terhadap Perjanjian Hudaibiyah, Nabi Muhammad saw. segera melakukan persiapan untuk berangkat menaklukkan Kota Mekah. Selama masa persiapan, beliau berusaha merahasiakan rencana tersebut agar tidak diketahui oleh pihak musuh. Namun, salah seorang sahabat bernama Hatib bin Abi Balta'ah menulis surat kepada kaum Quraisy untuk memberitahukan rencana Nabi. Surat itu dikirim melalui seorang wanita. Allah Swt. kemudian mewahyukan kepada Nabi Muhammad saw. tentang perbuatan Hatib tersebut. Nabi pun segera mengutus Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awwam untuk menyita surat itu. Keduanya berhasil mendapatkan surat tersebut dan membawanya kembali ke Madinah.
Pembebasan Kota Mekah akhirnya terjadi pada tanggal 20 Ramadan tahun ke-8 Hijriah. Sebelum berangkat, Rasulullah saw. berwasiat kepada para pasukannya agar tidak melakukan pertempuran dan tidak menumpahkan darah, kecuali bila sangat terpaksa.
Tentara Islam dibagi menjadi empat divisi utama:
- Divisi pertama dipimpin oleh Zubair bin Awwam, bertugas memasuki Mekah dari arah utara.
- Divisi kedua dipimpin oleh Khalid bin Walid, memasuki kota dari arah selatan.
- Divisi ketiga dipimpin oleh Sa'ad bin Ubadah (kemudian digantikan oleh putranya, Qais bin Sa'ad), bergerak dari arah barat.
- Divisi keempat dipimpin oleh Abu Ubaidah bin al-Jarrah, yang masuk bersama Rasulullah saw. dari arah barat laut, tepatnya di kaki Bukit Hind.
Ketika Sa'ad bin Ubadah melewati Abu Sufyan di mulut lembah, ia sempat berkata, "Hari ini adalah hari pembalasan, hari di mana segala hal yang dahulu dilarang di Ka'bah menjadi diperbolehkan." Mendengar hal itu, Rasulullah saw. segera menegur dan bersabda, "Tidak, hari ini adalah hari kasih sayang. Hari ini Allah memuliakan Ka'bah." Beliau menegaskan bahwa pasukannya tidak boleh memerangi siapa pun kecuali bila diserang terlebih dahulu.
Rasulullah saw. juga memerintahkan agar enam orang lelaki dan empat wanita tertentu dibunuh karena dosa besar dan pengkhianatan mereka terhadap Islam. Mereka adalah:
- Lelaki: Ikrimah bin Abu Jahal, Habbar bin al-Aswad, Abdullah bin Sa'ad bin Abu Sarah, Muqis bin Dhababah al-Laitsi, Huwairits bin Nuqaid, dan Abdullah bin Hilal.
- Wanita: Hindun binti Utbah, Sarah (mantan budak Amr bin Hisyam), serta dua penyanyi bernama Fartanai dan Qarinah yang dahulu sering menghina Rasulullah saw.
Rasulullah saw. kemudian memasuki Mekah dari arah dataran tinggi Kada, sedangkan Khalid bin Walid diperintahkan masuk dari arah dataran rendah Kada. Semua pasukan berhasil memasuki Mekah tanpa perlawanan berarti, kecuali pasukan Khalid yang sempat diserang oleh sekelompok kaum musyrik yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal dan Shofwan bin Umayyah. Dalam pertempuran kecil itu, pasukan Khalid berhasil menewaskan 24 orang Quraisy dan 4 orang dari Hudzail.
Ketika Rasulullah saw. melihat kilatan pedang dari kejauhan, beliau merasa kurang senang. Setelah mengetahui bahwa pertempuran itu terjadi karena pasukan Khalid diserang terlebih dahulu, beliau bersabda, "Ketentuan Allah selalu baik."
C. Menghindari Pertumpahan Darah dalam Fathu Makkah
Sebelum memasuki Mekah, pasukan kaum muslimin berkemah di daerah Marr al-Zhahran. Rasulullah saw. memerintahkan agar seluruh pasukan menyalakan api unggun besar agar penduduk Mekah melihat kekuatan kaum muslimin dan merasa gentar. Melihat nyala api yang besar itu, Abu Sufyan merasa penasaran dan pergi mengintai. Ia kemudian bertemu dengan Abbas bin Abdul Muthalib yang membawanya menghadap Rasulullah saw. Di hadapan beliau, Abu Sufyan akhirnya menyatakan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam.
Rasulullah saw. memang menyiapkan penaklukan ini dengan sangat rahasia. Beliau berdoa, "Ya Allah, butakanlah mata-mata Quraisy agar mereka tidak melihatku kecuali secara tiba-tiba."
Walau rencana dirahasiakan, Hatib bin Abi Balta'ah sempat mengirim surat kepada Quraisy untuk memperingatkan mereka tentang kedatangan pasukan muslim. Melalui wahyu, Allah Swt. memberitahu Nabi tentang hal ini. Rasulullah saw. lalu mengutus Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, dan Miqdad bin Aswad untuk mengambil surat tersebut dari seorang wanita kurir. Setelah dicari dan didesak, wanita itu akhirnya menyerahkan suratnya.
Ketika Hatib dipanggil dan ditanya mengenai perbuatannya, ia menjelaskan bahwa tindakannya bukan karena murtad atau membenci Islam, melainkan karena khawatir keluarganya di Mekah tidak memiliki pelindung. Mendengar penjelasan itu, Nabi Muhammad saw. menerima alasannya dan bersabda, "Sesungguhnya dia telah berkata jujur kepada kalian."
Peristiwa ini kemudian diabadikan dalam Q.S. Al-Mumtahanah ayat 1, yang berisi larangan bagi kaum mukmin untuk menjadikan musuh Allah sebagai teman setia dan menyampaikan rahasia kepada mereka.
Strategi Masuk dan PengampunanNabi Muhammad saw. membagi pasukannya menjadi empat bagian untuk memasuki Mekah dari berbagai arah. Seluruh pasukan memasuki Mekah tanpa pertumpahan darah, kecuali pasukan Khalid yang diserang oleh sekelompok pemuda Quraisy yang dipimpin Ikrimah bin Abu Jahal. Dalam bentrokan itu, dua tentara Islam gugur sebagai syahid.
Pasukan muslimin berjumlah sekitar 10.000 orang, sedangkan kekuatan Quraisy telah melemah. Sebagian besar penduduk Mekah menyerah tanpa perlawanan, dan pemimpin mereka, Abu Sufyan, telah masuk Islam. Sebagai bentuk penghormatan, Rasulullah saw. bersabda:
"Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, ia akan aman. Barang siapa yang mengunci pintu rumahnya, ia akan aman. Barang siapa yang memasuki Masjidil Haram, ia juga akan aman."
Mendengar sabda itu, penduduk Mekah pun berbondong-bondong menyatakan keislamannya.
Pembersihan Berhala dan Pengampunan UmumSetelah memasuki Mekah, Nabi Muhammad saw. menuju Masjidil Haram yang saat itu masih dipenuhi berhala, sekitar 360 buah jumlahnya. Beliau menghancurkan semua berhala sambil membaca firman Allah Swt.:
Artinya:
"Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap." (Q.S. Al-Isra' [17]: 81)
Kemudian Rasulullah saw. berdiri di hadapan penduduk Mekah dan bersabda:
"Wahai kaum Quraisy, apa yang kira-kira akan aku lakukan terhadap kalian hari ini?"
Mereka menjawab,
"Engkau adalah saudara yang mulia dan putra dari saudara yang mulia."
Maka beliau bersabda,
"Pergilah! Sesungguhnya kalian bebas!"
Sikap Rasulullah saw. yang penuh kasih dan pemaaf ini membuat penduduk Mekah semakin tersentuh dan banyak di antara mereka segera memeluk Islam.
Faktor-Faktor Keberhasilan Fathu MakkahKeberhasilan umat Islam dalam menaklukkan Mekah disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
- Hilangnya pengaruh Yahudi setelah suku-suku seperti Bani Qainuqa', Bani Nadir, dan Bani Quraizhah dihukum karena berkhianat.
- Kekuatan dan pengaruh kaum muslimin semakin besar dalam berbagai aspek kehidupan bangsa Arab.
- Tidak ada lagi suku Arab yang bersedia membantu Quraisy menghadapi umat Islam.
- Masuk Islamnya tokoh-tokoh penting Quraisy seperti Khalid bin Walid dan Amru bin Ash yang sebelumnya menjadi musuh besar Islam.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Sahabat Nabi yang menulis surat kepada kaum Quraisy untuk memberitahukan rencana penyerangan Nabi adalah ______.
- Surat Hatib bin Abi Balta'ah kepada kaum Quraisy berhasil dicegat oleh ______ dan ______.
- Pembebasan Kota Mekah terjadi pada tanggal ______ Ramadan tahun ke-8 Hijriah.
- Nabi Muhammad saw. berpesan kepada pasukannya agar tidak melakukan ______ kecuali dalam keadaan terpaksa.
- Divisi pasukan yang dipimpin oleh ______ memasuki Mekah dari arah selatan.
- Jumlah pasukan kaum muslimin yang berangkat dalam peristiwa Fathu Makkah adalah sekitar ______ orang.
- Orang Quraisy yang masuk Islam setelah berjumpa Nabi di Marr al-Zhahran adalah ______.
- Nabi Muhammad saw. memberikan jaminan keamanan dengan sabdanya, "Barang siapa yang memasuki rumah ______, ia akan aman."
- Jumlah berhala yang dihancurkan Nabi Muhammad saw. di sekitar Ka'bah adalah sekitar ______ buah.
- Ketika ditanya penduduk Mekah tentang apa yang akan dilakukan terhadap mereka, Nabi menjawab, "Pergilah, sesungguhnya kalian ______."
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8