Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-25
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai keshalihan Umar bin Khattab.
- Menjalankan sikap tegas memegang janji.
- Menganalisis kisah teladan Umar bin Khattab sebagai sahabat dan khalifah.
- Mengidentifikasi keteladanan Umar bin Khattab sebagai sahabat dan khalifah.
MATERI
C. Umar bin Khattab Menjadi Khalifah
Ketika Abu Bakar as-Siddiq jatuh sakit dan merasa ajalnya semakin dekat, beliau mulai memikirkan siapa yang akan menggantikannya sebagai pemimpin umat Islam. Abu Bakar tidak ingin kaum muslimin berselisih tentang siapa yang layak menjadi khalifah setelahnya. Dalam hatinya, beliau telah mantap menunjuk Umar bin Khattab sebagai pengganti, namun terlebih dahulu bermusyawarah dan meminta pendapat para sahabat.
Suatu hari, Abu Bakar berbicara kepada kaum muslimin di depan rumahnya. Ia berkata, "Apakah kalian akan menerima orang yang saya tunjuk sebagai pengganti saya? Demi Allah, saya akan berusaha sebaik mungkin dalam menentukan hal ini. Ketahuilah, saya telah memilih Umar bin Khattab sebagai pengganti saya. Dengarkanlah dan taatilah dia." Mendengar hal itu, para sahabat menjawab dengan serempak, "Kami mendengar dan kami menaati."
Setelah itu, Abu Bakar memanggil Usman bin Affan untuk menuliskan surat penetapan yang berisi pengangkatan Umar bin Khattab sebagai khalifah. Tidak lama kemudian, pada tanggal 23 Agustus 634 M, Abu Bakar as-Siddiq wafat. Kaum muslimin pun membaiat Umar bin Khattab sebagai khalifah di Masjid Nabawi. Sejak saat itu, Umar bin Khattab menggunakan gelar Amirul Mu'minin yang berarti Pemimpin Orang-Orang Beriman.
D. Wilayah Islam pada Masa Umar bin Khattab
Umar bin Khattab melanjutkan kebijakan Abu Bakar as-Siddiq untuk memperluas wilayah Islam ke luar Semenanjung Arab. Pada masa pemerintahannya, perluasan wilayah Islam berlangsung sangat pesat dan dikenal dengan sebutan al-Futuhat al-Islamiyyah (pembukaan-pembukaan Islam). Dalam periode ini, pasukan Islam berhasil menaklukkan wilayah Suriah, Persia, dan Mesir.
1. Penaklukan SuriahSuriah saat itu merupakan wilayah penting karena menjadi pusat perdagangan dan basis kekuatan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium). Beberapa kota penting di Suriah antara lain Damaskus, Yordania, Yerusalem, Hims, dan Antiokia.
Pengepungan Damaskus yang telah dimulai sejak masa Abu Bakar akhirnya berhasil ditaklukkan oleh Khalid bin Walid dengan strategi yang sangat cemerlang. Sesuai perintah Khalifah Umar, pasukan Islam dilarang melakukan perampasan terhadap harta penduduk.
Selanjutnya terjadi Pertempuran Fihl di Yordania, di mana pasukan Islam berhasil mengalahkan pasukan Romawi yang berjumlah sekitar 40.000 orang.
Pertempuran besar berikutnya adalah Perang Yarmuk pada 20 Agustus 636 M. Dalam pertempuran ini, pasukan muslim yang hanya berjumlah 25.000 orang di bawah pimpinan Khalid bin Walid berhasil mengalahkan pasukan Romawi sebanyak 200.000 orang. Korban di pihak Romawi mencapai 100.000 orang, sedangkan sekitar 3.000 pejuang muslim gugur sebagai syuhada. Kekalahan tersebut memaksa Kaisar Heraklius mundur ke Konstantinopel.
Setelah itu, Yerusalem menyerah kepada pasukan Islam dengan syarat bahwa Umar bin Khattab datang sendiri untuk menerima penyerahan kota. Umar pun datang dan membentuk pemerintahan yang adil, di mana umat Islam dan umat Kristen hidup berdampingan dengan damai. Setengah wilayah Yerusalem dikelola umat Islam dan setengahnya lagi oleh umat Kristen di bawah pengawasan gubernur muslim.
Menjelang akhir tahun 17 H, wabah penyakit melanda Suriah, Mesir, dan Irak. Wabah tersebut menewaskan banyak tokoh Islam, termasuk Abu Ubaidah bin Jarrah, dan untuk sementara menghentikan ekspansi pasukan Islam.
2. Penaklukan PersiaKekaisaran Persia (Dinasti Sasania) merupakan kekuatan besar lain di samping Romawi.
Dalam Perang Qadisiyah, pasukan muslim berjumlah 30.000 orang di bawah pimpinan Sa'ad bin Abi Waqqas menghadapi pasukan Persia sebanyak 60.000 orang yang dipimpin Rustam. Meskipun jumlahnya lebih sedikit, pasukan Islam berhasil meraih kemenangan besar yang menentukan nasib Persia.
Setelah kemenangan itu, ibu kota Madain berhasil dikuasai, dan Kaisar Yazdajird melarikan diri.
Selanjutnya, dalam Perang Nahawand pada tahun 641 M, pasukan Islam yang dipimpin Nu'man bin Muqarrin berhasil menghancurkan sisa kekuatan Persia. Pertempuran ini dijuluki "Kemenangan dari Segala Kemenangan" karena menjadi tanda berakhirnya kekuasaan Persia dan masuknya wilayah tersebut ke dalam kekuasaan Islam.
3. Penaklukan MesirTokoh utama dalam penaklukan Mesir adalah Amru bin Ash, seorang sahabat Nabi yang memahami kondisi wilayah itu dengan baik.
Dalam Pengepungan Benteng Babilon, Amru bin Ash memimpin 4.000 pasukan yang kemudian diperkuat oleh 6.000 prajurit tambahan di bawah pimpinan Zubair bin Awwam. Setelah pengepungan selama tujuh bulan, benteng tersebut berhasil direbut pada April 641 M.
Amru bin Ash menawarkan tiga pilihan kepada panglima Bizantium, Cyrus, yaitu masuk Islam, membayar jizyah (pajak/upeti), atau berperang.
Kemenangan berikutnya adalah penaklukan Iskandariah, kota pelabuhan terbesar Bizantium. Penaklukan ini diselesaikan melalui Perjanjian Iskandariah pada November 641 M, yang berisi kesepakatan bahwa orang-orang Bizantium harus meninggalkan kota dan membayar jizyah.
Setelah penaklukan itu, umat Islam mendirikan kota Fustat sebagai pusat pemerintahan baru di Mesir, dan Amru bin Ash diangkat sebagai gubernur pertamanya. Sejak saat itu, Mesir menjadi wilayah penting dalam kekuasaan Islam dan berperan besar dalam perkembangan peradaban Islam berikutnya.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
1. Penaklukan Suriah
2. Penaklukan Persia
3. Penaklukan Mesir
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Umar bin Khattab diangkat menjadi khalifah setelah wafatnya __________________________.
- Surat pengangkatan Umar bin Khattab sebagai khalifah ditulis oleh __________________________.
- Setelah menjadi khalifah, Umar bin Khattab menggunakan gelar __________________________ yang berarti Pemimpin Orang-Orang Beriman.
- Periode perluasan wilayah Islam pada masa Umar bin Khattab dikenal dengan sebutan __________________________.
- Pasukan Islam berhasil menaklukkan Suriah di bawah pimpinan __________________________.
- Pertempuran besar yang menentukan kekalahan pasukan Romawi di Suriah adalah __________________________ yang terjadi pada tahun 636 M.
- Dalam Perang Qadisiyah, pasukan muslim dipimpin oleh __________________________ dan berhasil mengalahkan pasukan Persia.
- Pertempuran Nahawand dijuluki sebagai __________________________ karena menandai jatuhnya Persia ke tangan Islam.
- Tokoh utama penaklukan Mesir pada masa Umar bin Khattab adalah __________________________.
- Setelah Mesir ditaklukkan, kota __________________________ didirikan sebagai pusat pemerintahan Islam di wilayah tersebut.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8