Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-17
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima ketentuan Allah Swt. dari wafatnya Rasulullah saw.
- Menjalankan sikap tanggung jawab terhadap pesan-pesan Rasulullah saw. pada masa menjelang akhir hayat.
- Menganalisis peristiwa-peristiwa pada masa menjelang akhir hayat Rasulullah saw.
- Mengorganisasi suatu peristiwa pada masa menjelang akhir hayat Rasulullah saw.
MATERI
C. Wafatnya Nabi Muhammad saw.
Dua bulan setelah melaksanakan Haji Wada', Nabi Muhammad saw. mulai merasakan sakit demam yang cukup berat hingga kondisi fisiknya semakin lemah. Meskipun sedang sakit, beliau tetap berusaha memimpin salat berjamaah di masjid. Namun, tiga hari menjelang wafat, beliau tidak lagi mampu berdiri untuk mengimami salat.
Dalam khutbah terakhirnya, Rasulullah saw. berwasiat kepada umat Islam:
"Aku berwasiat kepada kalian agar berbuat baik kepada kaum Ansar. Mereka adalah sahabat dekatku yang telah melindungiku. Mereka telah menunaikan kewajiban mereka, dan masih ada hak-hak mereka yang harus ditunaikan. Karena itu, berbuatlah baik kepada siapa pun di antara mereka yang berbuat baik, dan maafkanlah siapa pun di antara mereka yang berbuat kesalahan."
Setelah itu, Rasulullah saw. menunjuk Abu Bakar ash-Shiddiq untuk menggantikannya sebagai imam salat.
Sehari sebelum wafat, beliau memerdekakan seluruh budak lelakinya dan menyedekahkan sisa hartanya sebanyak tujuh dinar. Senjata-senjatanya pun diberikan kepada kaum muslimin. Pada waktu Dhuha, beliau memanggil putrinya, Fatimah az-Zahra. Rasulullah saw. membisikkan sesuatu ke telinga Fatimah hingga membuatnya menangis, lalu membisikkan lagi hal lain yang membuatnya tersenyum. Kelak diketahui bahwa bisikan pertama berisi kabar bahwa beliau akan segera wafat, sedangkan bisikan kedua adalah kabar gembira bahwa Fatimah akan menjadi anggota keluarga pertama yang menyusulnya.
Pada hari itu juga, Rasulullah saw. memanggil kedua cucunya, Hasan dan Husain, serta seluruh anggota keluarganya. Kepada mereka, beliau berpesan:
"Jagalah salat dan perlakukanlah para hamba sahaya dengan baik."
Tak lama kemudian, pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah (bertepatan dengan 8 Juni 632 Masehi), Nabi Muhammad saw. menghembuskan napas terakhirnya. Beliau wafat dalam usia 63 tahun, meninggalkan umat yang sangat mencintainya.
Rasulullah saw. tidak meninggalkan warisan berupa harta benda, melainkan dua pusaka abadi bagi umatnya, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Selama 23 tahun masa kerasulannya, beliau berjuang tanpa lelah untuk menegakkan agama Allah dan membimbing manusia menuju kebenaran.
Kehidupan beliau menjadi teladan sempurna bagi umat manusia. Melalui perjuangannya, bangsa Arab yang sebelumnya terpecah belah dan sering bermusuhan berhasil dipersatukan dalam ikatan persaudaraan Islam. Nabi Muhammad saw. juga berhasil membangun negara Islam pertama di Madinah, yang berlandaskan prinsip keadilan, persamaan, kasih sayang, dan solidaritas sosial. Allah Swt. telah menganugerahkan kepadanya akhlak mulia yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia di dunia dan akhirat.
D. Sikap Sahabat atas Wafatnya Nabi Muhammad saw.
Berita wafatnya Nabi Muhammad saw. segera menyebar ke seluruh penjuru Madinah. Suasana duka yang mendalam menyelimuti hati seluruh kaum muslimin.
Umar bin Khattab, ketika mendengar kabar tersebut, tidak mampu menahan emosinya. Ia berkata dengan tegas dan penuh keyakinan:
"Beberapa orang munafik mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. telah wafat. Sungguh, beliau tidak wafat, tetapi pergi menghadap Tuhannya sebagaimana Musa bin Imran meninggalkan kaumnya. Demi Allah, beliau pasti akan kembali! Siapa pun yang mengatakan bahwa beliau telah wafat, akan kupotong tangan dan kakinya!"
Sikap Umar bin Khattab berbeda dengan Abu Bakar ash-Shiddiq. Setelah mendengar berita duka itu, Abu Bakar segera menuju rumah Aisyah, putrinya, yang saat itu berada di sisi jasad Rasulullah saw. Abu Bakar membuka kain penutup wajah beliau, lalu mencium keningnya dan menangis. Ia berkata:
"Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, engkau telah merasakan kematian yang telah ditetapkan Allah bagimu, dan engkau tidak akan mati lagi setelah ini."
Kemudian, Abu Bakar keluar menemui Umar dan para sahabat yang sedang berkumpul. Dengan suara lantang namun penuh ketenangan, ia berkata:
"Wahai manusia! Barang siapa menyembah Muhammad, ketahuilah bahwa Muhammad telah wafat. Tetapi barang siapa menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan mati selamanya."
Lalu Abu Bakar membacakan firman Allah Swt. dalam Surah Ali 'Imran ayat 144:
Artinya:
"Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu akan berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur."
Mendengar ayat tersebut, Umar bin Khattab dan para sahabat yang hadir tersadar. Umar berkata:
"Demi Allah, seolah-olah aku belum pernah mendengar ayat ini sebelumnya, hingga Abu Bakar membacakannya."
Saat itulah, semua yang hadir menyadari kebenaran bahwa Rasulullah saw. benar-benar telah wafat. Kesedihan menyelimuti hati kaum muslimin, namun keteguhan iman Abu Bakar ash-Shiddiq menenangkan hati mereka dan menjadi awal dari perjalanan kepemimpinan umat setelah wafatnya Rasulullah saw.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. mulai menderita sakit demam sekitar ________ bulan setelah melaksanakan Haji Wada'.
- Dalam keadaan sakit, Nabi Muhammad saw. tetap berusaha memimpin ________ di masjid.
- Rasulullah saw. menunjuk ________ untuk menggantikannya sebagai imam salat.
- Sebelum wafat, Rasulullah saw. memerdekakan semua budaknya dan menyedekahkan uang sebanyak ________ dinar.
- Nabi Muhammad saw. wafat pada hari ________, tanggal ________ Rabiul Awal tahun 11 Hijriah.
- Dua pusaka yang ditinggalkan Nabi Muhammad saw. bagi umatnya adalah ________ dan ________.
- Saat mendengar kabar wafatnya Nabi Muhammad saw., ________ tidak percaya dan mengira beliau hanya pergi sementara.
- Sahabat yang membacakan Surah Ali Imran ayat 144 untuk menenangkan para sahabat lainnya adalah ________.
- Ayat yang dibacakan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq menegaskan bahwa Nabi Muhammad saw. hanyalah seorang ________ yang telah menyelesaikan tugasnya.
- Setelah mendengar ayat tersebut, ________ dan para sahabat lain menyadari bahwa Nabi Muhammad saw. benar-benar telah wafat.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8