Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-24
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai keshalihan Umar bin Khattab.
- Menjalankan sikap tegas memegang janji.
- Menganalisis kisah teladan Umar bin Khattab sebagai sahabat dan khalifah.
- Mengidentifikasi keteladanan Umar bin Khattab sebagai sahabat dan khalifah.
MATERI
Umar bin Khattab adalah salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad saw. yang memiliki peran besar dalam sejarah Islam. Beliau dikenal sebagai sosok yang tegas, bijaksana, dan adil. Sebelum memeluk Islam, Umar merupakan tokoh terpandang di kalangan suku Quraisy dan sangat dihormati karena keberanian serta keteguhannya. Setelah memeluk Islam, beliau secara terbuka menyatakan keislamannya dan menjadi pembela utama umat Islam.
Sebagai khalifah, Umar bin Khattab memimpin dengan menegakkan prinsip keadilan. Di bawah kepemimpinannya, wilayah kekhalifahan Islam meluas secara signifikan, tetapi fokus utamanya tetap pada kesejahteraan rakyat dan keadilan dalam pemerintahan. Meskipun memiliki kekuasaan besar, Umar tetap hidup sederhana dan dekat dengan rakyatnya.
Umar bin Khattab juga dikenal karena kebijaksanaannya dalam menghadapi krisis. Ketika Madinah mengalami kekeringan hebat, beliau tidak hanya berdoa meminta hujan, tetapi juga mengirim bantuan pangan dari berbagai daerah untuk membantu rakyatnya. Keteladanan Umar bin Khattab memberikan pelajaran berharga tentang keberanian, keadilan, kerendahan hati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab yang patut diteladani dalam kehidupan sehari-hari.
A. Umar bin Khattab Sebelum Masuk Islam
Umar bin Khattab lahir pada tahun 581 M. Ayahnya bernama Khattab bin Nufail al-Makhzumi al-Qurasy dari suku Adi, sedangkan ibunya bernama Hantamah binti Hasyim. Suku Adi dikenal sebagai salah satu suku terhormat di kalangan bangsa Arab.
Sejak muda, Umar memiliki postur tubuh tinggi, tegap, dan kuat. Wataknya keras, berani, dan disiplin. Pada masa remajanya, ia dikenal sebagai pegulat tangguh yang sering menampilkan kemampuannya di Pasar Ukaz, ajang tahunan bangsa Arab. Selain itu, Umar juga terkenal cerdas, fasih berbicara, dan bijak dalam mengambil keputusan. Karena kecerdasannya, ia sering dipercaya menjadi wakil kabilahnya dalam berbagai perundingan dengan suku lain.
Kelebihan-kelebihan tersebut membuat Umar sangat disegani oleh masyarakat Arab. Nabi Muhammad saw. sendiri mengakui keistimewaan Umar. Suatu ketika, beliau berdoa, "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salah seorang dari dua Umar, yaitu Amr bin Hisyam atau Umar bin Khattab." Doa Nabi tersebut dikabulkan Allah Swt. ketika Umar bin Khattab memeluk Islam pada tahun 616 M.
B. Umar bin Khattab Masuk Islam
Sebelum masuk Islam, Umar bin Khattab bekerja sebagai penggembala ternak milik ayahnya dan juga berdagang ke berbagai negeri, termasuk ke Syam. Saat Nabi Muhammad saw. mulai berdakwah, Umar termasuk di antara orang-orang Quraisy yang menentangnya dengan keras. Ia bahkan bertekad untuk membunuh Nabi Muhammad saw.
Namun, suatu peristiwa mengubah segalanya. Ketika sedang menuju tempat Nabi Muhammad saw. dengan niat membunuh beliau, Umar bertemu dengan Na'im bin Mas'ud, seorang Muslim dari kaumnya. Na'im memberitahunya bahwa adiknya, Fatimah binti Khattab, dan iparnya, Sa'id bin Zaid, telah masuk Islam. Mendengar kabar itu, Umar sangat marah dan segera menuju rumah adiknya.
Sesampainya di sana, ia mendapati Fatimah, Sa'id, dan beberapa orang Muslim sedang membaca Al-Qur'an. Umar marah besar dan menampar Sa'id. Fatimah pun maju melindungi suaminya dan berkata dengan tegas, "Wahai kakakku, engkau najis. Bersihkanlah dirimu dahulu jika ingin membaca lembaran ini." Umar akhirnya menuruti perkataan adiknya. Setelah bersuci, ia membaca lembaran yang berisi ayat-ayat awal Surah Thaha.
Ketika membaca ayat-ayat tersebut, hatinya tersentuh dan jiwanya dipenuhi ketenangan. Ia berkata, "Betapa indah dan agungnya kata-kata ini!" Melihat perubahan itu, Khabbab bin Al-Aratt yang ada di tempat itu berkata, "Aku berharap engkau termasuk orang yang mendapat doa Rasulullah." Umar pun berkata, "Tunjukkan kepadaku di mana Muhammad berada."
Umar kemudian pergi ke rumah Al-Arqam, tempat Rasulullah saw. dan para sahabat berkumpul. Para sahabat awalnya takut karena mereka tahu Umar sangat keras menentang Islam. Namun, setelah masuk dan bertemu Nabi, Umar menyatakan keinginannya untuk masuk Islam. Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Nabi Muhammad saw.
Sejak saat itu, Umar menjadi Muslim yang berani membela agama Islam secara terbuka. Islamnya Umar membawa semangat baru bagi kaum Muslimin. Mereka tidak lagi takut beribadah di Ka'bah secara terang-terangan. Rasulullah saw. bersabda, "Islamnya Umar adalah kemenangan, hijrahnya adalah pertolongan, dan pemerintahannya adalah rahmat."
Peran Umar bin Khattab Setelah Masuk IslamSetelah masuk Islam, Umar bin Khattab menjadi salah satu sahabat paling dekat dengan Nabi Muhammad saw. Nabi bahkan pernah bersabda, "Andaikan ada nabi setelahku, maka dialah Umar." Beliau juga diberi gelar al-Faruq, yang berarti "pembeda", karena keberanian dan ketegasannya dalam membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Umar bin Khattab dikenal sangat berani menyampaikan pendapat dan saran kepada Rasulullah saw. dengan tujuan kebaikan umat. Beberapa pendapatnya bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an. Misalnya, ketika Umar mengusulkan agar maqam Ibrahim dijadikan tempat salat, Allah menurunkan ayat yang membenarkan usulannya. Begitu pula ketika ia mengusulkan agar istri-istri Nabi mengenakan hijab, Allah menurunkan ayat tentang hijab tidak lama setelah itu.
Selain itu, Umar bin Khattab juga dikenal sebagai penengah yang adil dan bijaksana. Saat terjadi perbedaan pendapat antara kaum Ansar dan Muhajirin setelah wafatnya Nabi Muhammad saw., Umar berhasil menenangkan kedua pihak dan memimpin musyawarah hingga terpilihnya Abu Bakar as-Siddiq sebagai khalifah pertama.
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar menjadi penasihat utama dan sering diminta pendapat dalam berbagai urusan penting. Ketika Abu Bakar wafat, beliau menunjuk Umar sebagai penggantinya. Sebagai khalifah, Umar membawa banyak kemajuan bagi umat Islam, baik dalam bidang pemerintahan, hukum, maupun kesejahteraan rakyat.
Salah satu jasa besar Umar adalah usulnya untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an. Ia khawatir bila para penghafal Al-Qur'an gugur dalam peperangan, maka sebagian ayat akan hilang. Atas sarannya, Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur'an yang tersebar di berbagai tempat. Dari sinilah mushaf Al-Qur'an pertama berhasil disusun dengan rapi dan lengkap.
Nilai Keteladanan Umar bin KhattabKisah hidup Umar bin Khattab memberikan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Dari beliau kita belajar tentang keberanian dalam menegakkan kebenaran, keadilan dalam memimpin, kerendahan hati meskipun memiliki kekuasaan besar, serta tanggung jawab terhadap rakyat dan agama. Umar bin Khattab adalah teladan sejati tentang pemimpin yang adil, bijak, dan beriman kuat kepada Allah Swt.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Umar bin Khattab lahir pada tahun _____________________ M.
- Ayah Umar bin Khattab bernama _______________________.
- Umar bin Khattab berasal dari suku ______________________.
- Sebelum masuk Islam, Umar dikenal sebagai tokoh yang sangat ______________________ terhadap dakwah Nabi Muhammad saw.
- Umar masuk Islam setelah membaca ayat-ayat dari Surah ___________________________.
- Adik Umar bin Khattab yang telah lebih dahulu masuk Islam bernama ___________________________.
- Gelar yang diberikan kepada Umar bin Khattab adalah ______________________ yang berarti pembeda antara kebenaran dan kebatilan.
- Khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad saw. adalah ______________________.
- Sahabat yang ditugaskan mengumpulkan Al-Qur'an atas usulan Umar adalah ______________________.
- Salah satu sifat utama Umar bin Khattab sebagai pemimpin adalah ______________________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8