Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-11
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai nilai-nilai Islam dan perjuangan Rasulullah saw. dalam menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
- Menjalankan sikap berani dalam kebenaran dan santun dalam menjaga perdamaian sebagaimana pada peristiwa Fathu Makkah.
- Menganalisis sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah dan cara-cara Rasulullah saw. menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
- Mengorganisasi sebab-sebab terjadinya Fathu Makkah dan informasi tentang cara-cara Rasulullah saw. menjaga perdamaian dengan kaum kafir Quraisy pada peristiwa Fathu Makkah.
MATERI
Fathu Makkah merupakan peristiwa pembebasan Kota Mekah dari kekuasaan kaum kafir Quraisy. Peristiwa bersejarah ini terjadi pada tahun ke-8 Hijriah (630 Masehi). Awal mula terjadinya Fathu Makkah bermula dari pelanggaran terhadap Perjanjian Hudaibiyah, yang sebelumnya telah disepakati antara kaum muslimin dan kaum Quraisy. Salah satu poin penting dalam perjanjian tersebut adalah gencatan senjata selama sepuluh tahun. Namun, perjanjian itu dilanggar oleh kaum Quraisy ketika mereka membantu Bani Bakar menyerang Bani Khuza'ah, sekutu kaum muslimin.
Setelah tragedi tersebut, perwakilan Bani Khuza'ah datang menghadap Nabi Muhammad saw. di Madinah untuk melaporkan pengkhianatan kaum Quraisy. Mendengar laporan itu, Rasulullah saw. segera mempersiapkan 10.000 pasukan untuk menaklukkan Mekah. Meskipun jumlah pasukannya besar, beliau tidak menghendaki terjadinya pertumpahan darah. Rasulullah saw. bahkan berpesan agar pasukannya tidak menyerang kecuali jika benar-benar terpaksa. Berkat strategi dan pendekatan damai yang beliau terapkan, pasukan Islam akhirnya berhasil membebaskan Kota Mekah tanpa perlawanan berarti dari kaum Quraisy yang kalah jumlah dan semangat.
A. Sebab-Sebab Terjadinya Fathu Makkah
Selama dua tahun berlangsungnya Perjanjian Hudaibiyah, dakwah Islam telah menyebar luas ke seluruh Jazirah Arab dan mendapat sambutan baik dari berbagai suku. Banyak kabilah, termasuk yang berada di wilayah selatan, masuk Islam. Keberhasilan dakwah ini membuat posisi kaum Quraisy semakin terpojok dan terancam.
Secara bahasa, kata Fathu berasal dari fi'il madhi "fataha" yang berarti "membuka". Fathu Makkah bermakna "pembebasan Kota Mekah". Mekah sendiri adalah kota suci umat Islam sekaligus tempat kelahiran Nabi Muhammad saw. Di kota ini terdapat Ka’bah, pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia. Secara astronomis, Mekah terletak pada 39° - 28° BT dan 21° - 27° LU, dengan ketinggian sekitar 330 meter di atas permukaan laut.
Peristiwa Fathu Makkah terjadi pada 10 Ramadan tahun ke-8 Hijriah, ketika Rasulullah saw. bersama 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekah. Setelah tiba, beliau berhasil menguasai seluruh kota secara damai, sekaligus menghancurkan berhala-berhala yang berada di dalam dan sekitar Ka'bah.
Pelanggaran Perjanjian HudaibiyahSalah satu isi Perjanjian Hudaibiyah menyebutkan bahwa setiap suku bebas menentukan sekutunya, baik dengan kaum muslimin maupun dengan kaum Quraisy. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Bani Khuza'ah bersekutu dengan kaum muslimin, sedangkan Bani Bakar bersekutu dengan kaum Quraisy. Namun, kemudian Bani Bakar menyerang Bani Khuza'ah dan membunuh beberapa anggotanya dengan bantuan kaum Quraisy.
Serangan tersebut menjadi pelanggaran nyata terhadap isi perjanjian. Akibatnya, perwakilan Bani Khuza'ah yang dipimpin oleh Amr bin Salim al-Khuza'i segera menghadap Rasulullah saw. di Madinah untuk meminta pertolongan. Setelah mendengar laporan itu, Rasulullah saw. berkata, "Kamu pasti akan ditolong, wahai Amr bin Salim."
Bagi kaum Quraisy, peristiwa Perang Mu'tah yang melibatkan pasukan Islam dan Romawi dianggap sebagai tanda melemahnya kekuatan umat Islam. Oleh karena itu, mereka memanfaatkan keadaan dengan membantu Bani Bakar menyerang Bani Khuza'ah di daerah al-Watir. Penyerangan yang dilakukan pada malam hari itu menewaskan sekitar 20 orang dari Bani Khuza'ah, yang saat itu sedang tidur lelap.
Reaksi Nabi Muhammad saw. dan Kaum QuraisyMendengar kabar tragis tersebut, Nabi Muhammad saw. segera memerintahkan kaum muslimin untuk bersiap menaklukkan Mekah. Mendengar rencana itu, kaum Quraisy merasa ketakutan. Rasulullah saw. kemudian mengirim pesan kepada mereka berisi tiga pilihan:
- Kaum Quraisy membayar diat (denda).
- Kaum Quraisy memutuskan persekutuan dengan Bani Bakar.
- Kaum Quraisy menyatakan Perjanjian Hudaibiyah tidak berlaku lagi, yang berarti akan terjadi perang.
Kaum Quraisy memilih pilihan ketiga. Namun, setelah menyadari kekeliruannya, mereka mengutus Abu Sufyan ke Madinah untuk memperbarui perjanjian. Sayangnya, usahanya gagal. Rasulullah saw. tidak memberikan jawaban atas permintaannya. Abu Sufyan kemudian mencoba meminta bantuan Abu Bakar dan Umar bin Khattab agar membujuk Rasulullah saw., tetapi keduanya menolak. Umar bahkan berkata, "Apakah aku harus membantumu menghadapi Rasulullah saw.? Demi Allah, jika engkau berbuat salah sekecil apa pun, pasti aku akan memerangimu."
Akhirnya, Abu Sufyan pulang ke Mekah dengan tangan hampa. Upaya kaum Quraisy untuk memperbaiki keadaan telah gagal total, dan sejak saat itu, kaum muslimin mulai bergerak menuju pembebasan Kota Mekah.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Fathu Makkah berarti pembebasan Kota ______ dari kekuasaan kaum kafir Quraisy.
- Peristiwa Fathu Makkah terjadi pada tanggal ______ Ramadan tahun ke-8 Hijriah.
- Salah satu penyebab Fathu Makkah adalah pelanggaran terhadap ______ Hudaibiyah.
- Dalam peristiwa Fathu Makkah, kaum muslimin bersekutu dengan suku ______.
- Kaum kafir Quraisy bersekutu dengan suku ______ yang menyerang sekutu kaum muslimin.
- Jumlah pasukan yang disiapkan Rasulullah saw. dalam peristiwa Fathu Makkah adalah sekitar ______ orang.
- Nabi Muhammad saw. berpesan agar pasukannya tidak ______ kecuali dalam keadaan terpaksa.
- Peristiwa pelanggaran perjanjian dilakukan ketika kaum Quraisy membantu ______ menyerang Bani Khuza'ah.
- Utusan kaum Quraisy yang datang ke Madinah untuk memperbarui perjanjian dengan Rasulullah saw. adalah ______.
- Dalam peristiwa Fathu Makkah, Nabi Muhammad saw. menghancurkan ______ yang berada di dalam dan sekitar Ka'bah.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8