Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-21
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Memahami keteladanan Abu Bakar as-Siddiq.
- Meneladani sikap jujur dalam pergaulan di keluarga, sekolah, dan masyarakat.
- Menganalisis kisah teladan Abu Bakar as-Siddiq sebagai sahabat dan khalifah.
- Mengidentifikasi keteladanan Abu Bakar as-Siddiq sebagai sahabat dan khalifah.
MATERI
D. Abu Bakar as-Siddiq Menghadapi Kaum Murtad
Langkah pertama yang dilakukan Abu Bakar as-Siddiq setelah diangkat menjadi khalifah adalah melaksanakan amanat Rasulullah saw. yang belum terlaksana, yaitu mengirim pasukan untuk memerangi Kerajaan Ghassan. Pasukan tersebut dipimpin oleh Usamah bin Zaid.
Namun, pelaksanaan misi ini sempat terhambat karena kondisi negara tidak stabil. Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw., muncul berbagai persoalan di tengah umat Islam. Beberapa kabilah menolak membayar zakat, sebagian orang keluar dari Islam (murtad), dan muncul pula nabi-nabi palsu. Mereka beranggapan bahwa perjanjian yang telah dibuat dengan Rasulullah saw. berakhir seiring dengan wafatnya beliau.
Melihat situasi yang genting, sebagian sahabat menyarankan agar Abu Bakar menunda pengiriman pasukan Usamah bin Zaid. Namun, dengan tegas Abu Bakar menolak usulan tersebut. Ia bertekad untuk melanjutkan perintah Rasulullah saw. Pasukan Usamah pun diberangkatkan, dan dua bulan kemudian mereka kembali ke Madinah dengan kemenangan gemilang.
Setelah itu, Abu Bakar memusatkan perhatian untuk menumpas pemberontakan kaum murtad di berbagai wilayah. Beberapa tokoh yang memimpin perlawanan terhadap pemerintahan Islam pada masa itu antara lain:
- Aswad al-Ansi
- Tulaihah bin Khuwailid al-Asadi
- Malik bin Nuwairah
- Musailamah al-Kadzab
Ia memimpin suku Badui di wilayah Yaman dan berhasil merebut Najran serta San'a. Namun, sebelum pasukan Islam yang dipimpin Zubair bin Awwam tiba, Aswad telah terbunuh oleh saudara Gubernur Yaman. Dengan demikian, wilayah Yaman kembali dikuasai oleh pasukan Islam.
Ia mengaku sebagai nabi dan berhasil mengumpulkan pengikut dari Bani Asad, Bani Ghatfan, dan Bani Amir. Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk memerangi mereka. Pertempuran berlangsung di Sumur Buzakhah, dan pasukan muslim berhasil memenangkan pertempuran tersebut.
Ia merupakan pemimpin Bani Yarbu' dan Bani Tamim yang menolak Islam setelah Rasulullah wafat. Khalid bin Walid memimpin pasukan untuk menghadapi mereka. Dalam pertempuran sengit, Malik bin Nuwairah tewas dan pasukannya tercerai-berai.
Musailamah, yang juga mengaku sebagai nabi, mendapat dukungan dari Bani Hanifah di Yamamah. Ia bahkan menikahi Sajah, seorang perempuan dari kalangan Nasrani yang juga mengaku nabi. Mereka membentuk pasukan besar yang berjumlah sekitar 40.000 orang. Abu Bakar mengirim Ikrimah bin Abu Jahal dan Syurahbil bin Hasanah untuk memeranginya. Pada awalnya pasukan Islam terdesak, tetapi setelah bantuan datang di bawah pimpinan Khalid bin Walid, pasukan muslim berhasil memenangkan pertempuran besar yang dikenal dengan Perang Yamamah. Dalam perang ini, sekitar 10.000 orang kaum murtad terbunuh, sementara banyak pula kaum muslimin yang gugur, termasuk para penghafal Al-Qur'an.
Setelah kemenangan di Yamamah, pasukan Islam melanjutkan pergerakan ke Bahrain, Oman, dan Yaman untuk menumpas pemberontakan lainnya. Semua wilayah tersebut akhirnya kembali dalam kekuasaan Islam. Serangkaian pertempuran melawan kaum murtad ini dikenal dengan Perang Riddah. Kemenangan gemilang tersebut berhasil memulihkan kesatuan umat Islam dan menegakkan kembali wibawa pemerintahan Islam di seluruh Jazirah Arab.
E. Wilayah Islam pada Masa Abu Bakar as-Siddiq
Setelah keberhasilan memadamkan pemberontakan kaum murtad, pemerintahan Islam menghadapi tantangan yang lebih besar, yaitu dua kekaisaran besar dunia pada masa itu: Persia di sebelah timur dan Bizantium (Romawi Timur) di sebelah barat. Kedua kekaisaran tersebut sedang berperang satu sama lain, dan keadaan ini dimanfaatkan oleh kaum muslimin untuk memperluas dakwah Islam.
- Menghadapi Persia
- Menghadapi Bizantium
- Yazid bin Abu Sufyan ke Damaskus.
- Amru bin Ash ke Palestina.
- Syurahbil bin Hasanah ke Yordania.
- Abu Ubaidah bin Jarrah ke Hims.
Kekaisaran Persia menguasai wilayah yang luas, meliputi Irak, bagian barat Suriah (Syam), dan bagian utara Jazirah Arab. Beberapa kabilah Arab berada di bawah kekuasaan mereka. Abu Bakar as-Siddiq mengirim dua panglima besar, yaitu Khalid bin Walid dan Musanna bin Haritsah, untuk memerangi Persia.
Pasukan Islam berhasil menaklukkan beberapa wilayah penting seperti Hirah, Anbar, Daumatul Jandal, dan Fars. Namun, ketika pasukan muslim menghadapi tantangan besar dari Bizantium di Suriah, Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Walid untuk berpindah ke wilayah tersebut guna membantu pasukan Islam di Syam. Komando pasukan di Irak kemudian diserahkan kepada Musanna bin Haritsah.
Kekaisaran Bizantium, yang juga disebut Romawi Timur, berpusat di Konstantinopel. Sementara itu, Kota Damaskus di Suriah menjadi pusat kekuasaan Bizantium di kawasan Arab. Untuk menghadapi mereka, Abu Bakar mengirim empat pasukan utama, yaitu:
Jumlah pasukan Islam ketika itu sekitar 18.000 orang, sedangkan pasukan Bizantium mencapai 240.000 orang. Menghadapi perbandingan kekuatan yang sangat besar, kaum muslimin sempat mengalami kesulitan. Abu Bakar kemudian memerintahkan Khalid bin Walid untuk segera berangkat ke Syam membantu mereka. Khalid menempuh perjalanan selama 18 hari melewati padang pasir yang berat, dan akhirnya berhasil bergabung dengan pasukan Islam.
Pertempuran besar pun terjadi di tepi Sungai Yarmuk, yang kemudian dikenal sebagai Perang Yarmuk. Saat pertempuran berlangsung, kabar wafatnya Abu Bakar as-Siddiq sampai kepada pasukan. Kepemimpinan umat Islam kemudian dilanjutkan oleh Umar bin Khattab, sementara posisi panglima perang digantikan oleh Abu Ubaidah bin Jarrah.
Pasukan Islam akhirnya meraih kemenangan besar dalam Perang Yarmuk. Kemenangan ini menjadi titik awal runtuhnya kekuasaan Bizantium di kawasan Arab dan membuka jalan bagi perluasan wilayah Islam ke berbagai penjuru.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. wafat pada tahun ________ M.
- Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw., kaum Ansar mengadakan pertemuan di ________ untuk membahas calon pemimpin.
- Dalam musyawarah di Saqifah Bani Sa'idah, kaum Ansar sempat mengusulkan ________ sebagai calon pemimpin.
- Dua sahabat yang mendampingi Abu Bakar menuju Saqifah Bani Sa'idah adalah ________ dan ________.
- Abu Bakar menawarkan dua calon pemimpin, yaitu ________ dan ________, sebelum akhirnya umat Islam memilih dirinya.
- Setelah dibaiat sebagai khalifah, Abu Bakar menyampaikan pidato pertamanya yang berisi tentang pentingnya ketaatan kepada ________ dan ________.
- Abu Bakar dikenal sebagai sahabat yang menemani Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan ________.
- Salah satu alasan Abu Bakar dipilih sebagai khalifah adalah karena ia sering ditunjuk menggantikan Nabi Muhammad saw. ketika beliau ________.
- Konsensus umum saat itu menetapkan bahwa pemimpin umat Islam sebaiknya berasal dari suku ________.
- Dalam pidatonya, Abu Bakar menegaskan bahwa orang yang kuat akan dianggap ________ bila mengambil hak yang bukan miliknya.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8