Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-3
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai nilai positif dari upaya Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah.
- Meneladani sikap cinta damai sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah.
- Menganalisis upaya yang dilakukan Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah.
- Mengomunikasikan hasil analisis tentang upaya Nabi Muhammad saw. dalam membina masyarakat Madinah.
MATERI
C. Pembinaan dalam Bidang Ekonomi
Setelah memeluk Islam, suku Aus dan Khazraj dipersatukan kembali, tidak ada lagi permusuhan di antara mereka. Sebagai kaum Anshar, mereka mulai menata kembali perekonomian yang sebelumnya sempat terpuruk, sementara ikatan ukhuwah Islamiyah mengikis habis sisa-sisa permusuhan lama.
Ketika kehidupan masyarakat mulai tertata, Nabi Muhammad saw. menyusun sebuah undang-undang untuk mengatur pemerintahan dan kehidupan bersama di Madinah. Undang-undang ini mengikat seluruh penduduk, baik muslim maupun nonmuslim, termasuk bangsa Yahudi dan Arab yang belum masuk Islam. Kesepakatan bersama tersebut dikenal dengan Piagam Madinah, yang menegaskan kedudukan Rasulullah saw. sebagai pemimpin seluruh umat di Madinah sekaligus pemimpin kaum muslimin.
Pada masa awal, kehidupan ekonomi masih banyak dikuasai bangsa Yahudi. Kaum Anshar yang baru bangkit harus menanggung kehidupan kaum Muhajirin. Rasulullah saw. memahami keadaan ini, sehingga beliau memberikan perlindungan dan bantuan kepada kaum Muhajirin, sekaligus menganjurkan penataan ekonomi bersama.
Rasulullah saw. sendiri memiliki pengalaman luas dalam bidang perdagangan sejak muda. Beliau pernah ikut berdagang ke Syam bersama pamannya Abu Talib dan bekerja sama dengan Khadijah, seorang pedagang sukses. Karena itu, beliau mengarahkan kaum muslimin untuk mengembangkan ekonomi melalui perdagangan yang jujur dan sehat.
Kaum Muhajirin yang memiliki keahlian berdagang segera memulai usaha di pasar. Sementara itu, kaum Anshar menggarap lahan pertanian mereka dengan bantuan Muhajirin yang memiliki keahlian bertani. Bagi Muhajirin yang miskin dan tidak memiliki keterampilan, Rasulullah menyediakan tempat tinggal di serambi Masjid Nabawi. Mereka dikenal dengan sebutan Ahlu as-Suffah, yakni orang-orang yang hidup sederhana dan tidur dengan berbantalkan pelana kuda. Kehidupan mereka ditanggung bersama oleh kaum muslimin yang ekonominya lebih kuat.
Dengan sistem ekonomi yang dibangun Rasulullah saw., kehidupan masyarakat Madinah menjadi tertata dengan baik. Anshar, Muhajirin, dan Yahudi dapat hidup berdampingan secara damai. Seiring dengan perkembangan ekonomi, turun pula sejumlah wahyu yang mengatur kehidupan ekonomi umat, antara lain syariat perdagangan, larangan riba, larangan judi, larangan minum arak, anjuran sedekah, kewajiban zakat, dan perintah puasa.
Dalam mengembangkan perekonomian, Rasulullah saw. menegakkan beberapa aturan perdagangan, yaitu:
- Tidak boleh bersumpah palsu.
- Membantu orang yang membutuhkan.
- Menjauhi praktik riba.
- Berdagang dengan benar dan jujur.
- Tidak menimbun barang dan tidak melakukan monopoli.
Melalui pembinaan ekonomi yang sehat dan berkeadilan, Madinah pada masa itu tumbuh menjadi pusat perdagangan di Jazirah Arab. Setelah kaum muslimin, baik Anshar maupun Muhajirin, berhasil menata perekonomiannya, Islam pun berkembang dengan pesat. Umat Islam hidup dalam kecukupan dan kesejahteraan, serta semakin disegani di berbagai wilayah.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Sebelum Islam datang ke Madinah, perekonomian dikuasai oleh kaum ____________.
- Dua suku besar bangsa Arab di Madinah yang sering bermusuhan sebelum Islam adalah suku ____________ dan suku ____________.
- Undang-undang yang dibuat Nabi Muhammad saw. untuk mengatur kehidupan masyarakat Madinah dikenal dengan nama ____________.
- Orang-orang Yahudi menguasai perdagangan di Madinah, di antaranya dagang ____________, ____________, dan kain.
- Kaum ____________ menanggung kehidupan kaum Muhajirin pada masa awal di Madinah.
- Nabi Muhammad saw. memiliki pengalaman berdagang sejak muda, salah satunya ketika ikut pamannya ____________ berdagang ke Syam.
- Kaum Muhajirin yang tidak memiliki harta maupun keterampilan tinggal di serambi Masjid Nabawi dan disebut ____________.
- Untuk membina ekonomi umat, Rasulullah saw. melarang praktik ____________, sumpah palsu, dan monopoli.
- Salah satu wahyu yang turun di Madinah terkait perekonomian adalah kewajiban menunaikan ____________.
- Dengan pembinaan ekonomi yang baik, Kota ____________ menjadi pusat perdagangan di Jazirah Arab pada masa Rasulullah saw.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8