Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-31
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai keshalihan Utsman bin Affan.
- Menjalankan sikap santun dalam pergaulan sehari-hari.
- Menganalisis kisah teladan Utsman bin Affan sebagai sahabat dan khalifah.
- Mengidentifikasi keteladanan Utsman bin Affan sebagai sahabat dan khalifah.
MATERI
D. Peristiwa Fitnah
Peristiwa fitnah atau kekacauan besar terjadi pada periode kedua pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Kekacauan ini berawal dari sejumlah kebijakan dan kondisi sosial-politik yang menimbulkan ketegangan di kalangan umat Islam. Adapun beberapa penyebab utamanya sebagai berikut:
- Kebijakan Nepotisme
- Melemahnya Pengaruh Kaum Ansar dan Bani Hasyim
- Pengaruh Marwan bin Hakam
- Sifat Khalifah yang Terlalu Lembut
- Pembuangan Abu Dzar al-Ghifari
- Provokasi Kaum Munafik
Utsman bin Affan mengangkat sejumlah kerabatnya dari Bani Umayyah untuk menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Hal ini menimbulkan kecemburuan di kalangan umat Islam, karena Bani Umayyah dianggap sebagai golongan yang baru masuk Islam namun memperoleh banyak kedudukan dan kemewahan. Beberapa pejabat dari Bani Umayyah juga menunjukkan perilaku yang kurang baik. Salah satunya adalah Walid bin Uqbah, Gubernur Irak, yang pernah datang ke masjid dalam keadaan mabuk dan menjatuhkan hukuman mati kepada tiga pemuda tanpa alasan yang jelas. Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat, terutama dari suku Bani Azad.
Pada masa pemerintahan Utsman, pengaruh Kaum Ansar (penduduk asli Madinah) dan Bani Hasyim mulai menurun. Mereka merasa kehilangan peran dan hak dalam pemerintahan, sehingga menimbulkan sikap tidak puas dan penentangan terhadap kebijakan Bani Umayyah.
Pengangkatan Marwan bin Hakam sebagai sekretaris negara mendapat penolakan dari sebagian besar umat Islam. Marwan dinilai ambisius dan berusaha menjadikan Bani Umayyah sebagai penguasa penuh dalam pemerintahan Islam. Pengaruhnya yang besar terhadap kebijakan khalifah memperburuk kepercayaan rakyat terhadap pemerintahan.
Utsman bin Affan dikenal sebagai sosok yang lembut, dermawan, dan penuh kasih sayang. Namun, sifatnya yang terlalu percaya kepada orang lain, terutama kepada Marwan bin Hakam, justru menjadi kelemahan dalam situasi genting. Ketegasannya dalam mengendalikan pemerintahan berkurang, sehingga tidak mampu menindak tegas pihak-pihak yang menimbulkan kekacauan di berbagai daerah.
Salah satu pemicu ketegangan adalah peristiwa pengasingan sahabat mulia Abu Dzar al-Ghifari. Ia dikenal sebagai pembela rakyat kecil dan sering menegur para pejabat kaya agar lebih peduli kepada kaum miskin. Abu Dzar menegur Mu'awiyah bin Abu Sufyan, Gubernur Syam, agar tidak menumpuk kekayaan berlebihan. Namun, Mu'awiyah melaporkannya kepada Khalifah, sehingga Abu Dzar akhirnya diasingkan ke daerah Rabadah. Peristiwa ini menimbulkan simpati besar dari masyarakat dan memperburuk citra pemerintahan.
Keadaan semakin memburuk karena ulah kaum munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba', seorang Yahudi dari Yaman yang berpura-pura masuk Islam. Ia menyebarkan fitnah dan hasutan bahwa Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang sah dan akan muncul sebagai al-Mahdi. Propaganda ini berhasil memengaruhi sebagian masyarakat hingga timbul pemberontakan di berbagai wilayah.
Akibat hasutan tersebut, rakyat di Kufah dan Basra menentang para gubernur mereka. Di Mesir, Abdullah bin Saba' menyebarkan ajarannya dan mengobarkan pemberontakan pertama dengan menggulingkan gubernur setempat. Sekitar 600 orang pemberontak dari Mesir berangkat ke Madinah, dan di perjalanan bergabung dengan kelompok pemberontak dari Kufah dan Basra.
Mereka datang untuk mengajukan berbagai keluhan kepada Khalifah Utsman bin Affan. Khalifah menanggapi dengan bijak dan mengangkat Muhammad bin Abu Bakar sebagai gubernur Mesir yang baru. Keputusan ini sempat meredakan amarah para pemberontak, sehingga mereka kembali ke daerah masing-masing.
E. Wafatnya Utsman bin Affan
Setelah para pemberontak pulang, situasi tampak tenang. Namun, tidak lama kemudian mereka kembali lagi ke Madinah dengan kemarahan yang lebih besar. Ali bin Abi Thalib berusaha menenangkan mereka dan menanyakan alasan kedatangan mereka kembali. Para pemberontak mengaku telah mencegat seorang kurir yang membawa surat dari Madinah kepada Gubernur Mesir, Abdullah bin Abi Sarah.
Isi surat tersebut memerintahkan agar para pemberontak dibunuh begitu mereka tiba di Mesir. Surat itu diklaim ditulis oleh Marwan bin Hakam atas nama khalifah. Karena hal ini, mereka menuntut agar Marwan diserahkan untuk diadili. Namun, Utsman menolak menyerahkan sepupunya itu tanpa bukti yang jelas.
Penolakan tersebut membuat para pemberontak marah. Mereka kemudian mengepung rumah Khalifah Utsman bin Affan selama beberapa hari. Dalam keadaan genting itu, sebagian sahabat tidak mampu membantu karena situasi sangat berbahaya. Pada tanggal 17 Juni 656 M (35 H), para pemberontak menyerbu rumah khalifah dan membunuh beliau saat sedang membaca Al-Qur'an.
Utsman bin Affan wafat sebagai syahid pada usia 82 tahun setelah memimpin umat Islam selama 12 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam dan menjadi titik awal perpecahan besar dalam sejarah Islam.
Dampak Peristiwa Fitnah dan Wafatnya Utsman bin Affan- Munculnya kembali semangat kesukuan Arab, yang sebelumnya telah dihapus oleh ajaran Islam.
- Terpecahnya persatuan umat Islam, terutama antara Bani Umayyah dan Bani Hasyim, serta antara Kaum Ansar Madinah dan Bani Umayyah Makkah.
- Madinah kehilangan peran sebagai pusat pemerintahan Islam. Kekuasaan berpindah ke Kufah dan kemudian ke Damaskus, sementara pengaruh Kaum Ansar semakin berkurang.
- Ekspansi wilayah Islam terhenti, karena pemerintah harus menghadapi konflik internal yang berkepanjangan.
- Terjadinya perang saudara di kalangan umat Islam, yang kemudian melahirkan beberapa golongan seperti Sunni, Syiah, dan Khawarij.
Meskipun akhir kehidupannya tragis, Khalifah Utsman bin Affan tetap dikenang sebagai sosok yang saleh, jujur, dan penuh ketulusan. Ia dikenal karena kesederhanaan hidup dan kedermawanannya yang luar biasa. Sumbangsihnya bagi umat Islam, terutama dalam memperluas wilayah kekuasaan dan menyusun mushaf Al-Qur'an yang resmi, menjadikan beliau salah satu tokoh paling berjasa dalam sejarah peradaban Islam.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Usman bin Affan diangkat menjadi khalifah melalui musyawarah enam sahabat yang dipimpin oleh ______________________.
- Pada saat diangkat menjadi khalifah, Usman bin Affan berusia sekitar __________ tahun.
- Masa pemerintahan Usman bin Affan berlangsung selama ________ tahun dan terbagi menjadi dua periode.
- Pada awal pemerintahannya, Usman bin Affan melanjutkan kebijakan dari khalifah sebelumnya, yaitu ______________________.
- Marwan bin Hakam, yang merupakan saudara sepupu Usman bin Affan, diangkat sebagai ______________________.
- Perang laut pertama dalam sejarah Islam yang terjadi pada masa Usman bin Affan dikenal dengan nama ______________________.
- Mu'awiyah bin Abu Sofyan berhasil membentuk angkatan laut yang kuat dan menaklukkan Pulau ______________________.
- Abdullah bin Abi Sarah berhasil mengalahkan pasukan Bizantium di kota ______________________ pada tahun 652 M.
- Kaisar Bizantium yang terbunuh dalam Perang Zat as-Sawari bernama ______________________.
- Abdullah bin Amir berhasil menumpas pemberontakan yang dipimpin oleh kaisar Persia bernama ______________________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8