Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-30
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai keshalihan Utsman bin Affan.
- Menjalankan sikap santun dalam pergaulan sehari-hari.
- Menganalisis kisah teladan Utsman bin Affan sebagai sahabat dan khalifah.
- Mengidentifikasi keteladanan Utsman bin Affan sebagai sahabat dan khalifah.
MATERI
C. Kebijakan Pemerintahan Utsman bin Affan
Ketika Umar bin Khattab sakit keras menjelang akhir hayatnya, ia membentuk sebuah dewan beranggotakan enam orang sahabat terkemuka untuk memilih khalifah penggantinya. Keenam sahabat itu adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Sa'ad bin Abi Waqqas.
Pada saat musyawarah berlangsung, Talhah tidak dapat hadir. Akhirnya, lima sahabat yang hadir sepakat memilih Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga. Musyawarah tersebut diadakan di rumah Abdurrahman bin Auf. Saat diangkat menjadi khalifah, Utsman bin Affan telah berusia sekitar 70 tahun.
1. Pengukuhan Gubernur BaruMasa pemerintahan Utsman bin Affan berlangsung selama dua periode, masing-masing enam tahun. Periode pertama ditandai dengan berbagai keberhasilan dan kemakmuran, sedangkan periode kedua diwarnai dengan berbagai pergolakan dan pemberontakan di dalam negeri.
Pada tahun-tahun awal pemerintahannya, Utsman meneruskan kebijakan pendahulunya, Umar bin Khattab. Umar pernah berpesan agar para gubernur yang diangkatnya tidak diganti dalam jangka waktu satu tahun untuk menjaga kestabilan dan keamanan wilayah. Berpegang pada pesan itu, Utsman mengukuhkan kembali beberapa gubernur yang telah diangkat sebelumnya, antara lain:
- Amru bin Ash sebagai Gubernur Mesir dan Syam.
- Mu'awiyah bin Abu Sufyan sebagai Gubernur Irak yang juga membawahi wilayah Azerbaijan dan Armenia.
- Abu Musa al-Asy'ari sebagai Gubernur Iran yang meliputi daerah Khurasan dan Basra.
Utsman bin Affan memegang teguh pesan Umar tersebut. Namun, setelah satu tahun berlalu, ia mulai melakukan pergantian dan rotasi pejabat sesuai kebutuhan pemerintahan. Seiring dengan semakin luasnya wilayah kekuasaan Islam, Utsman juga mengangkat sejumlah pejabat baru. Banyak di antara pejabat yang diangkatnya berasal dari kerabatnya sendiri, khususnya dari Bani Umayyah.
Salah satu tokoh penting yang diangkat Utsman adalah Marwan bin Hakam, sepupunya sendiri, yang ditunjuk sebagai sekretaris negara. Namun, kebijakan ini menuai kritik dari sebagian umat Islam. Mereka menilai bahwa Marwan memiliki pengaruh besar dalam pemerintahan dan bahkan dianggap lebih menentukan kebijakan daripada khalifah sendiri. Akibatnya, muncul anggapan bahwa Utsman hanya menjadi "boneka" bagi kerabatnya.
Selain itu, kebijakan Utsman dalam pengelolaan perbendaharaan negara juga menimbulkan perbedaan pendapat. Ia berkeyakinan bahwa khalifah memiliki wewenang penuh untuk menggunakan harta kekayaan negara demi kemaslahatan umat Islam. Pandangan ini berbeda dengan kebijakan dua khalifah sebelumnya yang lebih ketat dalam mengatur penggunaan harta negara.
2. Perluasan Wilayah IslamDi samping menghadapi urusan dalam negeri, Utsman bin Affan juga memberikan perhatian besar terhadap ekspansi wilayah Islam. Di bawah kepemimpinannya, kekuasaan Islam meluas hingga ke Afrika Utara, Asia Tengah, dan sebagian wilayah India. Berikut beberapa panglima perang yang berjasa besar dalam masa pemerintahannya:
- Abdullah bin Abi Sarah
- Mu'awiyah bin Abu Sufyan
- Umair bin Utsman
- Abdullah al-Laisi
- Abdullah at-Tamimi
- Sa'id bin Ash
- Abdullah bin Amir
Sebagai pengganti Amru bin Ash di Mesir, ia berhasil mengusir pasukan Bizantium yang mencoba merebut kembali Mesir pada tahun 651 M. Setahun kemudian, ia memimpin pasukan Islam menaklukkan Tarablus (Tripoli) dan mengalahkan Gubernur Bizantium, Gregorius, pada tahun 652 M.
Putra Abu Sufyan dari Bani Umayyah ini berhasil membentuk angkatan laut Islam yang kuat. Ia memimpin perang melawan Bizantium di pesisir Kilikia, yang dikenal sebagai Perang Zat as-Sawari dan merupakan perang laut pertama dalam sejarah Islam. Dengan bantuan Abdullah bin Abi Sarah, ia berhasil merebut Amuriyah dan Pulau Siprus pada tahun 33 H (653 M). Dalam peperangan itu, Kaisar Bizantium, Konstantin, tewas.
Pada tahun 29 H (649 M), ia berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam hingga ke daerah Fergana.
Ia berhasil menaklukkan wilayah Kabul, yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan nonmuslim.
Ia memimpin pasukan Islam menaklukkan Hindustan, wilayah yang kala itu berada di bawah kekuasaan kerajaan Hindu.
Berhasil menaklukkan wilayah Jurjan dan memperkuat kekuasaan Islam di kawasan tersebut.
Ia memimpin pasukan Islam menghadapi pemberontakan yang dipimpin oleh Yazdajird, mantan Kaisar Persia yang sebelumnya telah dikalahkan pada masa Umar bin Khattab. Yazdajird sempat mengobarkan perlawanan di Kirman, lalu melarikan diri ke Khurasan hingga akhirnya terbunuh. Abdullah bin Amir juga berhasil menundukkan berbagai wilayah yang melanggar perjanjian dengan kaum muslimin.
Dengan kebijakan dan kepemimpinan Utsman bin Affan, wilayah kekuasaan Islam semakin meluas dan berpengaruh. Meskipun di akhir masa pemerintahannya muncul berbagai gejolak dan fitnah, jasa-jasanya dalam memperkuat pondasi pemerintahan dan memperluas wilayah Islam tetap menjadi bagian penting dari sejarah kejayaan umat Islam.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Utsman bin Affan diangkat menjadi khalifah ketiga melalui musyawarah yang diadakan di rumah ______________________.
- Dewan pemilih khalifah pengganti Umar bin Khattab terdiri dari enam sahabat, salah satunya adalah ______________________ yang tidak dapat hadir saat musyawarah.
- Pada saat diangkat menjadi khalifah, Utsman bin Affan berusia sekitar __________ tahun.
- Masa pemerintahan Utsman bin Affan terbagi menjadi dua periode, masing-masing berlangsung selama __________ tahun.
- Marwan bin Hakam, yang merupakan sepupu Utsman bin Affan, diangkat sebagai ______________________.
- Perang laut pertama dalam sejarah Islam pada masa pemerintahan Utsman bin Affan dikenal dengan nama ______________________.
- Dalam Perang Zat as-Sawari, pasukan Islam berhasil menaklukkan Pulau ______________________ pada tahun 33 H (653 M).
- Gubernur Bizantium yang dikalahkan oleh Abdullah bin Abi Sarah di Tripoli bernama ______________________.
- Kaisar Bizantium yang tewas dalam Perang Zat as-Sawari adalah ______________________.
- Mantan Kaisar Persia yang memimpin pemberontakan melawan pasukan Islam dan akhirnya tewas di Khurasan bernama ______________________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4
SEMESTER GENAP
Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8