Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-34
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Memaknai hijrah sebagai ibadah menuju kebaikan sebagai wujud ajaran Islam.
- Menjalankan sikap adil dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yatsrib.
- Menganalisis sebab-sebab peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yatsrib.
- Mengorganisasi informasi tentang sebab-sebab hijrah Nabi Muhammad saw. ke Yatsrib.
MATERI
C. Nabi Muhammad saw. Hijrah ke Yatsrib
Setelah menerima wahyu dari Allah Swt. melalui Malaikat Jibril, Nabi Muhammad saw. memutuskan untuk menyusul kaum muslimin yang telah lebih dahulu berhijrah ke Yatsrib. Malaikat Jibril memberitahukan rencana kaum Quraisy yang hendak membunuh beliau. Maka, setelah mengatur segala persiapan, Nabi Muhammad saw. keluar dari rumah seraya membaca Surah Yasin.
Atas izin Allah Swt., para pemuda Quraisy yang mengepung rumah Nabi tertidur sehingga tidak melihat beliau keluar. Saat fajar menyingsing, mereka menyerbu masuk ke rumah Nabi Muhammad saw. Namun, alangkah terkejutnya mereka ketika hanya mendapati Ali bin Abi Thalib yang berbaring di tempat tidur beliau. Dengan penuh amarah, mereka segera menyebarkan pasukan untuk mengejar Nabi Muhammad saw., bahkan menjanjikan hadiah seratus ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkapnya.
Setelah meninggalkan rumah, Nabi Muhammad saw. menemui sahabatnya, Abu Bakar as-Siddiq. Beliau memberitahukan bahwa mereka harus segera berangkat menuju Yatsrib. Abu Bakar segera menyiapkan perbekalan perjalanan. Sebelum melanjutkan perjalanan jauh, Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari tiga malam. Pada suatu saat, para pengejar Quraisy hampir mencapai mulut gua. Abu Bakar merasa cemas, namun Nabi Muhammad saw. menenangkannya dengan sabdanya, "Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (Q.S. at-Taubah: 40).
Pada malam keempat, tanggal 1 Rabiul Awal tahun ke-13 kenabian (16 September 622 M), Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar keluar dari gua dengan ditemani seorang penunjuk jalan terpercaya, Abdullah bin Uraiqith. Perjalanan dilakukan pada malam hari dengan menghindari jalur utama. Setelah menempuh perjalanan selama tujuh hari, akhirnya mereka tiba di Quba pada tanggal 8 Rabiul Awal (23 September 622 M). Di tempat ini, Nabi Muhammad saw. tinggal selama empat hari dan mendirikan sebuah masjid yang kemudian dikenal sebagai Masjid Quba.
Setelah meninggalkan Quba, Nabi Muhammad saw. singgah di perkampungan Bani Salim, sekitar satu kilometer dari Quba. Di sana beliau melaksanakan salat Jumat dan untuk mengenang peristiwa itu didirikanlah Masjid Jumat. Pada hari yang sama, beliau melanjutkan perjalanan ke Yatsrib dan tiba pada tanggal 12 Rabiul Awal (24 September 622 M).
Kedatangan Nabi Muhammad saw. disambut dengan penuh suka cita oleh penduduk Yatsrib. Mereka melantunkan tahmid dan takbir serta menyambut beliau dengan syair indah yang berbunyi:
"Telah tampak bulan purnama,
Dari Tsaniyyah al-Wada',
Wajiblah kami bersyukur,
Atas hadirnya penyeru kepada Allah.
Wahai utusan yang datang pada kami,
Engkau membawa sesuatu yang patut kami taati."
Dalam suasana haru, Nabi Muhammad saw. menyampaikan khutbah pertamanya di Yatsrib. Dalam khutbah tersebut beliau menekankan empat hal utama:
- Mengucapkan salam untuk menumbuhkan cinta dan kasih sayang.
- Memberi makan kepada sesama sebagai wujud kepedulian.
- Menjalin silaturahmi agar mendapat keberkahan umur dan kasih sayang Allah Swt.
- Melaksanakan salat malam untuk meraih derajat yang mulia di sisi Allah.
Setiap penduduk Yatsrib berharap Nabi Muhammad saw. berkenan tinggal di rumah mereka. Namun, beliau membiarkan untanya berjalan dan berkata bahwa ia akan menetap di tempat unta itu berhenti. Unta tersebut berhenti di depan rumah Abu Ayyub al-Anshari, tepat di tanah kosong milik dua anak yatim bernama Sahl dan Suhail. Di lokasi itu kemudian dibangun Masjid Nabawi.
Setelah itu, Nabi Muhammad saw. memanggil keluarganya, yaitu istri beliau, Saudah, serta kedua putrinya, Ummu Kulsum dan Fatimah, melalui perantara anak angkatnya, Zaid bin Haritsah. Sejak saat itu, Nabi Muhammad saw. tinggal di Madinah dan mulai mengembangkan ajaran Islam di kota tersebut.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. keluar dari rumah untuk berhijrah sambil membaca Surah ________.
- Saat kaum Quraisy menyerbu rumah Nabi, mereka hanya mendapati ________ yang tidur di ranjang beliau.
- Kaum Quraisy menjanjikan hadiah sebanyak ________ ekor unta bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi Muhammad saw.
- Nabi Muhammad saw. bersembunyi di Gua ________ bersama Abu Bakar selama tiga hari tiga malam.
- Nabi Muhammad saw. menenangkan Abu Bakar dengan firman Allah dalam Q.S. ________ ayat 40.
- Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar tiba di Quba pada tanggal ________ Rabiul Awal tahun ke-13 kenabian.
- Masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah adalah Masjid ________.
- Nabi Muhammad saw. melaksanakan salat Jumat pertama kali di perkampungan ________.
- Nabi Muhammad saw. disambut penduduk Yatsrib dengan lantunan syair, salah satunya berbunyi "Telah tampak bulan ________ dari Tsaniyyah al-Wada'."
- Unta Nabi Muhammad saw. berhenti di depan rumah ________ al-Ansari, di mana kemudian dibangun Masjid Nabawi.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7