Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-1
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima bahwa pertolongan Allah Swt. akan datang sebagai implementasi nilai-nilai dakwah Nabi Muhammad saw. di tahun-tahun awal kenabian.
- Menjalankan sikap tabah ketika menghadapi masalah dalam kehidupan.
- Memahami ketabahan Nabi Muhammad saw. dan para sahabat dalam berdakwah.
- Mengorganisasi informasi tentang contoh ketabahan Nabi Muhammad saw.
MATERI
A. Dakwah Nabi Muhammad saw.
Islam merupakan agama Allah Swt. yang diturunkan untuk seluruh umat manusia, agar mereka mampu menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Islam adalah agama yang benar, sempurna, dan menjadi petunjuk hidup, namun tidak semua manusia dengan mudah mau menerima ajarannya.
Ketika Nabi Muhammad saw. berusia 40 tahun, beliau sering menyendiri (berkhalwat) di Gua Hira. Pada saat itulah beliau menerima wahyu pertama dari Allah Swt. melalui Malaikat Jibril a.s. Peristiwa ini membuat beliau merasa sangat terkejut dan khawatir, hingga kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada istrinya, Khadijah. Mendengar kisah itu, Khadijah pun menenangkan beliau dan mengajak Nabi Muhammad saw. menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal, seorang penganut Nasrani yang taat dan memiliki pengetahuan luas tentang kitab-kitab terdahulu, seperti Zabur dan Injil. Waraqah menegaskan bahwa Muhammad saw. benar-benar seorang nabi terakhir yang diutus oleh Allah Swt.
Setelah itu, turunlah perintah Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. untuk mulai berdakwah, sebagaimana tercantum dalam Surah al-Muddassir ayat 1-7. Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk bangkit, menyampaikan risalah, mensucikan diri, dan berdakwah kepada umat manusia. Sejak saat itulah Nabi Muhammad saw. menjalankan dakwahnya dengan dua metode, yaitu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan.
1. Dakwah Secara Sembunyi-sembunyiPada awal dakwah, Rasulullah saw. tidak menyampaikannya secara luas, melainkan hanya terbatas kepada keluarga dan kerabat dekat. Hal ini karena situasi masyarakat Quraisy yang masih sangat kuat memegang tradisi penyembahan berhala.
Beberapa orang terdekat Nabi menjadi orang pertama yang menerima ajaran Islam. Mereka dikenal dengan sebutan assabiqunal awwalun (orang-orang yang pertama kali masuk Islam). Di antara mereka adalah Khadijah (istri Nabi), Ali bin Abi Thalib (sepupu Nabi), Zaid bin Haritsah (anak angkat Nabi), dan Abu Bakar ash-Shiddiq (sahabat dekat Nabi). Melalui Abu Bakar, dakwah Islam juga berhasil mengajak beberapa tokoh Quraisy lainnya untuk masuk Islam.
Kegiatan pengajaran Islam dilakukan secara diam-diam di rumah Arqam bin Abil Arqam. Rumah ini menjadi pusat dakwah dan pembinaan umat Islam pertama di Makkah. Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini berlangsung selama kurang lebih tiga hingga empat tahun, sampai akhirnya Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk menyampaikan ajaran Islam secara terbuka.
2. Dakwah Secara Terang-teranganMemasuki tahun keempat kenabian, turunlah perintah Allah Swt. dalam Surah al-Hijr ayat 94:
Artinya: "Maka sampaikanlah (wahai Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik." (Q.S. al-Hijr/15:94)
Sejak turunnya ayat tersebut, Nabi Muhammad saw. mulai berdakwah secara terbuka. Beliau mengundang para kerabat dan tokoh-tokoh Quraisy dalam sebuah jamuan makan, kemudian menyampaikan ajaran Islam kepada mereka. Nabi menyeru agar mereka hanya menyembah Allah Swt., Tuhan Yang Maha Esa, dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala-berhala.
Namun, ajakan Nabi Muhammad saw. sebagian besar ditolak. Banyak orang Quraisy menentang karena ajaran Islam dianggap bertentangan dengan kepercayaan nenek moyang mereka. Ada yang menolak dengan cara halus, tetapi tidak sedikit pula yang menentangnya secara keras. Salah satu penentang terkuat adalah Abu Lahab, paman Nabi sendiri. Ia menolak dengan kasar dan mengancam bahwa orang-orang Quraisy akan memusuhi Muhammad saw. bila tetap melanjutkan dakwahnya.
Sejak saat itu, Nabi Muhammad saw. dan para pengikutnya menghadapi berbagai macam tentangan, tekanan, bahkan siksaan dari kaum kafir Quraisy. Meskipun demikian, Rasulullah saw. tidak pernah menyerah ataupun berputus asa. Justru semakin besar penolakan yang dihadapi, semakin kuat pula semangat beliau untuk terus berdakwah dan menyampaikan kebenaran Islam.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
1. Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi
2. Dakwah Secara Terang-Terangan
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. menerima wahyu pertama ketika berusia ________ tahun.
- Wahyu pertama diterima Nabi Muhammad saw. di ________.
- Istri Nabi Muhammad saw. yang pertama kali mendukung dakwah beliau adalah ________.
- Sepupu Khadijah yang menegaskan bahwa Muhammad saw. adalah nabi terakhir bernama ________.
- Perintah untuk berdakwah pertama kali tercantum dalam Surah ________ ayat ________.
- Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut ________.
- Rumah yang dijadikan tempat pertemuan dakwah secara sembunyi-sembunyi adalah rumah ________.
- Dakwah secara sembunyi-sembunyi berlangsung selama ________ tahun.
- Perintah berdakwah secara terang-terangan terdapat dalam Surah ________ ayat ________.
- Paman Nabi yang menentang dakwah beliau dengan keras dan terang-terangan adalah ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7