Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-24
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad saw.
- Menjalankan sikap sungguh-sungguh dalam melakukan aktivitas.
- Menganalisis latar belakang dan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad saw. hijrah ke Thaif.
- Menyusun informasi dari teks tentang latar belakang dan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad saw.
MATERI
B. Peristiwa Isra Mi'raj
Kata Isra berarti perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidilharam di Makkah menuju Masjidilaqsa di Yerusalem (Palestina). Sedangkan Mi'raj berarti perjalanan beliau dari Masjidilaqsa naik ke langit hingga mencapai langit ketujuh, yaitu Sidratul Muntaha.
Dengan demikian, Isra Mi'raj adalah perjalanan luar biasa Nabi Muhammad saw. yang dimulai dari Masjidilharam di Makkah menuju Masjidilaqsa di Yerusalem pada malam hari, lalu dilanjutkan dengan perjalanan menembus langit sampai ke Sidratul Muntaha.
Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Isra' ayat 1, yang berbunyi:
Artinya:
"Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (Q.S. Al-Isra': 1)
Peristiwa Isra Mi'raj dimulai ketika Nabi Muhammad saw. sedang berada di Hatim, sebuah tempat di dekat Ka'bah. Saat itu Malaikat Jibril datang dan membelah dada beliau. Hati Nabi Muhammad saw. lalu dicuci dengan air zamzam, kemudian dimasukkan iman dan hikmah yang diletakkan dalam bejana emas oleh Malaikat Jibril.
Setelah itu, Nabi Muhammad saw. melakukan perjalanan ditemani Malaikat Jibril dengan menaiki Buraq. Dalam perjalanan, beliau melewati beberapa tempat bersejarah, yaitu Madinah (tempat Nabi Muhammad saw. kelak hijrah), Madyan (tempat Nabi Syuaib a.s. menyampaikan dakwah), Bukit Thursina (tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah Swt.), dan Betlehem (tempat Nabi Isa a.s. dilahirkan).
Di Madinah, Nabi Muhammad saw. sempat melaksanakan salat dua rakaat, lalu menjadi imam bagi para nabi sebelumnya. Setelah itu, Malaikat Jibril membawa dua gelas yang berisi susu dan arak. Nabi Muhammad saw. memilih susu dan meminumnya. Malaikat Jibril kemudian berkata, "Engkau telah memilih dengan tepat. Seandainya engkau memilih arak, niscaya umatmu akan tersesat."
Perjalanan pun berlanjut. Nabi Muhammad saw. bersama Malaikat Jibril naik ke langit. Saat tiba di langit pertama, Malaikat Jibril meminta izin penjaga langit. Penjaga bertanya, "Siapa kamu?" Jibril menjawab, "Aku Jibril." Penjaga bertanya lagi, "Siapa yang bersamamu?" Jibril menjawab, "Muhammad." Lalu ditanya, "Apakah dia telah diutus?" Jibril menjawab, "Ya, dia telah mendapat panggilan." Setelah mendengar jawaban itu, penjaga pun membuka pintu dan menyambut Nabi Muhammad saw. dengan salam.
Di langit pertama, Nabi Muhammad saw. bertemu dengan Nabi Adam a.s. Beliau melihat Nabi Adam tersenyum ketika menoleh ke kanan, namun menangis saat menoleh ke kiri. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa orang-orang di sebelah kanan adalah ahli surga, sedangkan di sebelah kiri adalah ahli neraka.
Kemudian Nabi Muhammad saw. naik ke langit kedua dan bertemu dengan Nabi Isa a.s. serta Nabi Yahya a.s. Di langit ketiga, beliau bertemu dengan Nabi Yusuf a.s. Di langit keempat, beliau bertemu dengan Nabi Idris a.s. Lalu di langit kelima, beliau bertemu dengan Nabi Harun a.s. Di langit keenam, beliau bertemu dengan Nabi Musa a.s. Dan pada langit ketujuh, Nabi Muhammad saw. bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s. yang sedang bersandar di Baitul Makmur.
Dari langit ketujuh, Nabi Muhammad saw. terus naik menuju Sidratul Muntaha, sebuah pohon yang sangat rindang. Dari akarnya mengalir empat sungai; dua sungai berada di surga dan dua lainnya di luar. Di tempat inilah, beliau menyaksikan wujud asli Malaikat Jibril.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Mustawa. Di sana, Nabi Muhammad saw. menerima perintah dari Allah Swt. untuk menunaikan salat 50 waktu dalam sehari semalam. Dalam perjalanan turun, beliau bertemu Nabi Musa a.s. di langit keenam. Atas saran Nabi Musa, yang mengkhawatirkan kekuatan umat Nabi Muhammad saw. dalam melaksanakan perintah tersebut, beliau pun kembali memohon keringanan kepada Allah Swt.
Allah Swt. yang Maha Pengasih akhirnya meringankan kewajiban itu menjadi lima waktu salat dalam sehari semalam. Setelah menerima perintah final ini, Nabi Muhammad saw. turun ke bumi dan kembali ke dunia, didampingi oleh Malaikat Jibril.
Peristiwa agung Isra' Mi'raj ini memperkuat keimanan, ketabahan, keteguhan hati, serta keyakinan Nabi Muhammad saw. dalam menegakkan dan menyebarkan ajaran Islam hingga akhir hayat.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidilharam ke Masjidilaqsha disebut _______.
- Tempat tujuan akhir dalam perjalanan mi'raj Nabi Muhammad saw. adalah _______.
- Peristiwa Isra' Mi'raj diabadikan dalam Al-Qur'an surat _______ ayat 1.
- Sebelum berangkat, hati Nabi Muhammad saw. dicuci dengan air _______.
- Kendaraan yang dinaiki Nabi Muhammad saw. selama perjalanan Isra' Mi'raj adalah _______.
- Di langit pertama, Nabi Muhammad saw. bertemu dengan Nabi _______.
- Di langit keenam, Nabi Muhammad saw. bertemu dengan Nabi _______ yang kemudian menyarankannya untuk meminta keringanan salat.
- Awalnya, Allah Swt. memerintahkan salat sebanyak _______ waktu dalam sehari semalam.
- Setelah dimohonkan keringanan, kewajiban salat akhirnya ditetapkan menjadi _______ waktu.
- Di Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad saw. menyaksikan wujud asli dari Malaikat _______.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7