Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-2
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima bahwa pertolongan Allah Swt. akan datang sebagai implementasi nilai-nilai dakwah Nabi Muhammad saw. di tahun-tahun awal kenabian.
- Menjalankan sikap tabah ketika menghadapi masalah dalam kehidupan.
- Memahami ketabahan Nabi Muhammad saw. dan para sahabat dalam berdakwah.
- Mengorganisasi informasi tentang contoh ketabahan Nabi Muhammad saw.
MATERI
B. Ketabahan Nabi Muhammad saw. dalam Berdakwah
Ketabahan Nabi Muhammad saw. dalam menyebarkan agama Islam tampak jelas dalam berbagai peristiwa penting. Meskipun beliau menghadapi tentangan, cacian, ancaman, bahkan bujukan yang menggiurkan dari kaum Quraisy, beliau tetap teguh pada dakwahnya. Berikut beberapa peristiwa yang menggambarkan ketabahan beliau.
1. Ketabahan Menghadapi Tentangan Abu LahabAbu Lahab merupakan salah satu paman Nabi Muhammad saw. yang sangat keras menentang dakwah Islam. Pada suatu jamuan makan, ketika Nabi Muhammad saw. menyeru kepada ajaran Islam, Abu Lahab menolak dengan kasar dan lantang. Ia bahkan menghasut orang-orang dengan berkata, "Tangkap Muhammad ini! Jika tidak, kalian akan dikeroyok oleh semua orang Arab gara-gara dia. Kalian tidak tahu apa akibatnya nanti."
Mendengar ucapan tersebut, Abu Thalib, paman Nabi Muhammad saw. yang lain, segera bangkit membela keponakannya. Dengan penuh kemarahan ia berkata, "Demi Allah! Selama kami masih hidup, Muhammad akan selalu kami bela!"
Tak lama kemudian, Nabi Muhammad saw. mengumpulkan kaum Quraisy di Bukit Shafa. Beliau bertanya kepada mereka, "Saudara-saudaraku! Jika aku katakan bahwa di balik bukit ini ada musuh yang hendak menyerang, apakah kalian percaya?" Serentak mereka menjawab, "Ya! Kami percaya. Engkau tidak pernah berbohong. Engkau adalah orang yang jujur, al-Amin."
Namun, ketika Nabi Muhammad saw. menyampaikan bahwa beliau adalah utusan Allah Swt., kaum Quraisy marah dan menolak dakwah beliau. Ada yang bahkan menuduh Nabi saw. sebagai orang gila. Abu Lahab pun mencaci dan menghina dengan berkata, "Celakalah engkau wahai Muhammad! Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?" Nabi saw. hanya terdiam, tidak membalas ucapan pamannya.
Allah Swt. lalu menurunkan Surah al-Lahab ayat 1-5 yang berisi kecaman terhadap Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, karena keduanya terus menyakiti Nabi Muhammad saw. dan menentang ajaran Islam. Ummu Jamil bahkan suatu ketika mencari Nabi saw. dengan membawa batu besar, hendak melukai beliau. Namun, Allah Swt. membuat matanya tidak bisa melihat Nabi Muhammad saw. yang saat itu sedang duduk bersama Abu Bakar.
2. Ketabahan Menghadapi Tentangan Pembesar MakkahMeskipun dakwah Islam semakin hari semakin berkembang, para pembesar Makkah tetap berusaha menghentikannya. Mereka khawatir dakwah Nabi Muhammad saw. akan mengganggu kekuasaan, status sosial, dan usaha perdagangan mereka. Karena itu, mereka mencoba memperalat Abu Thalib yang senantiasa melindungi Nabi saw.
Para pembesar Quraisy mengancam Abu Thalib dengan dua pilihan: menghentikan dakwah Nabi Muhammad saw. atau menyerahkannya kepada mereka. Abu Thalib sempat merasa bimbang dan meminta keponakannya untuk menghentikan dakwah. Namun, Nabi saw. dengan tegas berkata, "Demi Allah! Aku tidak akan berhenti memperjuangkan amanat Allah Swt. ini walaupun seluruh keluarga dan saudaraku mengucilkanku." Mendengar jawaban yang penuh keyakinan itu, Abu Thalib pun luluh dan berjanji akan terus melindungi Nabi saw.
3. Ketabahan Menghadapi Bujukan Walid bin MughirahKarena gagal menekan Abu Thalib, kaum Quraisy mengutus Walid bin Mughirah dengan membawa seorang pemuda gagah dan tampan bernama Umarah bin Walid. Mereka menawarkan Umarah kepada Abu Thalib sebagai pengganti jika Abu Thalib bersedia menyerahkan Nabi Muhammad saw. untuk mereka bunuh. Namun, Abu Thalib menolak dengan keras tawaran itu. Ia tidak habis pikir dengan tindakan kaum Quraisy yang ingin menyerahkan anak mereka untuk diasuh, tetapi meminta Nabi Muhammad saw. yang jelas-jelas diutus Allah Swt. untuk dibunuh.
4. Ketabahan Menghadapi Bujukan 'Utbah bin Rabi'ahKaum Quraisy kemudian mencoba cara lain. Mereka mengutus 'Utbah bin Rabi'ah untuk menemui Nabi Muhammad saw. secara langsung. Dengan bahasa yang lembut, 'Utbah menawarkan harta, kedudukan, dan apa saja yang diinginkan Nabi saw., dengan syarat beliau menghentikan dakwahnya.
Mendengar ucapan itu, Nabi Muhammad saw. terdiam sejenak. Beliau kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur'an dari Surah Fushshilat, yang menegaskan bahwa ajakan beliau semata-mata agar manusia menyembah Allah Swt. saja. Setelah mendengarkan ayat tersebut, 'Utbah kembali kepada kaumnya dengan tangan hampa. Para pemimpin Quraisy kecewa karena Nabi Muhammad saw. menolak tawaran mereka.
Kegagalan bujukan ini membuat kaum Quraisy semakin marah. Mereka lalu meningkatkan penganiayaan dan penyiksaan terhadap kaum muslimin. Taktik yang digunakan Quraisy dengan mengutus 'Utbah ini disebut Siyaasatul-Mufaawadhaat atau politik tawaran damai. Hal itu merupakan salah satu dari berbagai cara yang mereka tempuh untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad saw.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
1. Penghinaan dan Kekejaman Abu Lahab dan Istrinya Kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Penganiyaan dan Kekejaman Musyrikin Quraisy Kepada Nabi Muhammad SAW.
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Paman Nabi Muhammad saw. yang paling keras menentang dakwah Islam adalah ________.
- Abu Lahab menentang Nabi Muhammad saw. sejak peristiwa dakwah dalam ________.
- Kaum Quraisy mengakui kejujuran Nabi Muhammad saw. dan memberinya gelar ________.
- Surah yang berisi ancaman Allah Swt. kepada Abu Lahab dan istrinya adalah Surah ________.
- Istri Abu Lahab yang ikut menyebarkan fitnah bernama ________.
- Para pembesar Makkah khawatir dakwah Nabi Muhammad saw. akan mengganggu ________ dan ________.
- Abu Talib sempat meminta Nabi Muhammad saw. menghentikan dakwah karena tekanan pembesar Quraisy, tetapi Nabi menjawab, "Demi Allah! Saya tidak akan berhenti memperjuangkan ________ Allah Swt. ini."
- Kaum Quraisy pernah mengutus Walid bin Mughirah dengan membawa pemuda bernama ________ untuk ditukar dengan Nabi Muhammad saw.
- ‘Utbah bin Rabi'ah menawarkan harta, tahta, dan kedudukan kepada Nabi Muhammad saw., tetapi beliau menjawab dengan membacakan Surah ________.
- Taktik kaum Quraisy yang mengutus 'Utbah bin Rabi'ah disebut ________, yaitu politik tawaran damai.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7