Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-13
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menjalankan kemauan untuk selaluberubah menuju kebaikan sebagai bentuk implementasi semangat hijrah para sahabat Nabi Muhammad saw.ke Habasyah.
- Menjalankan sikap sabar dan tabah ketika menghadapi masalah dalam kehidupan.
- Memahami sebab-sebab peristiwa hijrah sahabat ke Habasyah.
- Mengidentifikasi sebab dan akibat dari peristiwa hijrah sahabat ke Habasyah.
MATERI
Kondisi kota Makkah pada masa itu tidak lagi aman bagi keselamatan kaum Muslimin setelah Nabi Muhammad Saw. secara terbuka dan terang-terangan menyampaikan dakwah di hadapan kaum Quraisy. Berita tentang dakwah beliau terdengar secara langsung maupun tidak langsung oleh orang-orang Quraisy. Hal ini membuat kaum Quraisy melakukan berbagai tekanan dan tindakan penganiayaan, terutama terhadap para budak dan kaum Muslimin, dengan tujuan agar mereka meninggalkan ajaran Nabi Muhammad Saw.
Demi menjaga keselamatan umat Islam dari siksaan dan penganiayaan tersebut, Nabi Muhammad Saw. memerintahkan para sahabat untuk mencari tempat perlindungan di luar kota Makkah sekaligus tetap melanjutkan dakwah. Kabar tentang ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad Saw. pun terdengar sampai kepada Raja Habasyah. Dengan penuh keramahan, kaum Muslimin yang datang ke negeri itu disambut baik dan diberikan perlindungan dari gangguan kaum Quraisy.
A. Sebab-Sebab Kaum Muslimin Hijrah ke Habasyah
- Menghindari penderitaan kaum Muslimin
- Negeri Habasyah jauh dari jangkauan kaum Quraisy Alasan lain yang mendorong Rasulullah Saw. memilih Habasyah sebagai tujuan hijrah adalah karena negeri tersebut dipimpin oleh seorang raja yang dikenal jujur, adil, dan bijaksana. Raja Habasyah tidak suka berbuat zalim sehingga tidak ada seorang pun di negerinya yang ditindas atau dianiaya. Kondisi inilah yang membuat Habasyah menjadi negeri yang aman bagi kaum Muslimin. Selain itu, letaknya yang jauh membuat negeri Habasyah tidak terjangkau oleh kekuasaan kaum Quraisy, sehingga kaum Muslimin dapat hidup lebih tenang dan bebas menjalankan ibadah serta dakwah mereka.
Nabi Muhammad Saw. merasa tidak tega menyaksikan penderitaan para sahabat dan pengikutnya akibat kekejaman kaum Quraisy. Oleh karena itu, beliau menghendaki agar kaum Muslimin segera berhijrah meninggalkan kota Makkah. Rasulullah Saw. khawatir bahwa orang-orang Quraisy akan semakin bertindak kejam dalam menyiksa dan menganiaya para sahabat serta kaum Muslimin yang tetap tinggal di Makkah.
Tindakan penghinaan dan penganiayaan dari kaum Quraisy tidak hanya ditujukan kepada pengikut Nabi Muhammad Saw. dari kalangan biasa, tetapi juga dialami oleh para sahabat terkemuka yang sebelumnya sangat dihormati serta memiliki kedudukan dan pengaruh besar di tengah masyarakat Quraisy. Mereka dilempari batu, dicaci, bahkan dilempari kotoran hewan. Situasi ini membuat sebagian sahabat meminta izin kepada Rasulullah Saw. agar tetap tinggal di Makkah meskipun harus menghadapi perlakuan kasar kaum Quraisy. Dengan penuh keikhlasan, mereka rela menerima segala penderitaan tersebut selama masih dapat mempertahankan akidah Islam yang telah tertanam kuat di dalam hati, meskipun harus mengorbankan nyawa.
Namun, sebagian sahabat yang lain mengusulkan agar kekejaman kaum Quraisy dibalas dengan tindakan serupa. Akan tetapi, dengan penuh kebijaksanaan Nabi Muhammad Saw. menasihati mereka untuk tetap sabar. Beliau mengingatkan sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an, "Sungguh Allah Swt. beserta orang-orang yang sabar" (Q.S. Al-Baqarah/2:153). Rasulullah Saw. juga menegaskan bahwa dalam ajaran Islam tidak ada ruang untuk dendam atau balas-membalas keburukan. Kesabaran bukan berarti menerima perlakuan zalim begitu saja tanpa berusaha, melainkan mencari jalan terbaik agar terhindar dari kekejaman, yaitu dengan hijrah.
Para sahabat pun akhirnya siap meninggalkan kota Makkah. Sahabat-sahabat terkemuka seperti Usman bin Affan dan Ja'far bin Abu Thalib diperintahkan untuk turut serta dalam hijrah tersebut. Sementara itu, Rasulullah Saw. sendiri masih tetap tinggal di Makkah untuk melanjutkan dakwahnya.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Kota ________ tidak lagi aman bagi kaum Muslimin setelah Nabi Muhammad Saw. berdakwah secara terang-terangan.
- Kaum Quraisy melakukan tekanan dan penganiayaan agar kaum Muslimin meninggalkan ajaran ________.
- Demi keselamatan umat Islam, Nabi Muhammad Saw. memerintahkan sahabat untuk mencari ________ di luar kota Makkah.
- Kaum Muslimin disambut baik oleh Raja ________ ketika tiba di negeri tujuan hijrah.
- Nabi Muhammad Saw. menghendaki agar kaum Muslimin hijrah untuk menghindari kekejaman kaum ________.
- Para sahabat terkemuka seperti ________ bin Affan dan Ja'far bin Abu Thalib ikut serta dalam hijrah ke Habasyah.
- Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 153, "Sungguh Allah Swt. beserta orang-orang yang ________."
- Nabi Muhammad Saw. menegaskan bahwa dalam Islam tidak ada ajaran untuk membalas dengan rasa ________.
- Raja Habasyah terkenal sebagai pemimpin yang jujur, adil, dan ________.
- Negeri Habasyah aman bagi kaum Muslimin karena letaknya jauh dari jangkauan kaum ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7