Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-10
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima bahwa Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam.
- Menjalankan sikap kasih sayang terhadap alam sekitar.
- Memahami ciri-ciri kepribadian Nabi Muhammad saw.
- Mengorganisasi kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw. dan sahabat ketika berdakwah.
MATERI
D. Keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam Memelihara Lingkungan Hidup
Allah Swt. memberikan amanah kepada manusia untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungan hidup. Lingkungan merupakan karunia besar dari Allah Swt. yang harus dijaga, dilestarikan, serta diselamatkan dari berbagai bentuk kerusakan. Apabila lingkungan mengalami ketidakseimbangan, maka kehidupan manusia akan terancam oleh berbagai bencana, seperti banjir, wabah penyakit, polusi udara, tanah longsor, dan lain sebagainya.
Lingkungan yang perlu kita jaga meliputi rumah sebagai tempat tinggal, sekolah sebagai tempat belajar, serta masjid atau musala sebagai tempat beribadah. Selain itu, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga mencakup area di sekitarnya, seperti jalan, saluran air, pepohonan, dan berbagai fasilitas umum lainnya.
Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Merusak, mengotori, atau menghancurkan lingkungan merupakan perbuatan yang dilarang keras oleh Allah Swt. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya pada surah Al-Baqarah ayat 205:
Artinya:
"Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanaman-tanaman dan hewan ternak. Sedangkan Allah tidak menyukai kerusakan." (Q.S. al-Baqarah/2: 205)
Nabi Muhammad Saw. telah memberikan teladan yang sangat baik dalam menjaga kelestarian lingkungan, baik terhadap hewan maupun tumbuh-tumbuhan.
- Menyayangi Hewan
- Menyayangi Tumbuhan
Hewan merupakan makhluk ciptaan Allah Swt. yang harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang. Nabi Muhammad Saw. sangat peduli terhadap hewan. Suatu ketika, Aisyah r.a. pernah mengendarai seekor unta. Karena unta itu bertingkah nakal, Aisyah memukulnya. Melihat hal itu, Rasulullah Saw. menegur Aisyah dengan lembut seraya bersabda: "Hendaklah engkau berlaku lemah lembut kepadanya."
Nabi Muhammad Saw. melarang manusia membebani hewan dengan muatan yang terlalu berat atau memperkerjakan hewan di luar batas kemampuannya. Jika hewan digunakan sebagai tunggangan, misalnya kuda, maka pemiliknya wajib memperlakukannya dengan baik. Beliau juga menentang tindakan memisahkan anak hewan dari induknya, karena dapat menyebabkan anak hewan tersebut mati akibat tidak adanya perlindungan.
Selain itu, Nabi Muhammad Saw. mengajarkan bahwa hewan yang akan disembelih harus diperlakukan dengan baik. Penyembelihan harus dilakukan sesuai syariat Islam, yaitu dengan menggunakan pisau yang tajam agar hewan tidak merasakan penderitaan yang berkepanjangan. Hewan yang sakit dilarang untuk disembelih, dan pembunuhan terhadap hewan hanya diperbolehkan apabila akan dimakan.
Kasih sayang Rasulullah Saw. terhadap hewan juga tercermin dari larangannya menjadikan hewan sebagai sasaran permainan, misalnya dalam perlombaan memanah. Pada masa itu, masyarakat Arab sering mengadakan lomba memanah dengan menjadikan hewan hidup sebagai target. Nabi Muhammad Saw. melarang keras perbuatan tersebut karena termasuk bentuk penyiksaan terhadap makhluk hidup.
Selain hewan, tumbuh-tumbuhan juga merupakan ciptaan Allah Swt. yang memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia. Tumbuhan menjaga keseimbangan alam, mencegah banjir, tanah longsor, serta polusi udara. Jika tumbuh-tumbuhan dirusak, maka dampaknya akan membahayakan kelangsungan hidup umat manusia.
Nabi Muhammad Saw. berpesan kepada umatnya untuk selalu menjaga dan melestarikan tumbuh-tumbuhan. Kecintaan beliau terhadap tanaman sangat besar. Bahkan, Ketika beliau mengirim pasukan ke Mu'tah, beliau berpesan: "Jangan sekali-kali kalian membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua; jangan hancurkan rumah-rumah, dan jangan tebang pohon!" Hal ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kelestarian lingkungan.
Upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya dengan merawat tanaman agar tetap hidup dan tumbuh subur. Dengan demikian, manusia tidak hanya mendapatkan hasil dari tanaman tersebut, tetapi juga memperoleh udara yang bersih. Menjaga kelestarian tumbuhan berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Allah Swt. memberikan ______ kepada manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.
- Apabila lingkungan mengalami ketidakseimbangan, maka kehidupan manusia akan terancam oleh berbagai ______.
- Lingkungan yang perlu dijaga meliputi rumah, sekolah, serta ______ sebagai tempat beribadah.
- Merusak, mengotori, atau menghancurkan lingkungan merupakan perbuatan yang ______ oleh Allah Swt.
- Dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 205, Allah menegaskan bahwa Dia tidak menyukai ______.
- Nabi Muhammad Saw. menegur Aisyah dengan lembut ketika memukul seekor ______.
- Rasulullah Saw. melarang manusia membebani hewan dengan muatan yang terlalu ______.
- Hewan yang akan disembelih harus diperlakukan dengan baik dan disembelih menggunakan ______ yang tajam.
- Dalam setiap peperangan, Nabi Muhammad Saw. berpesan agar para prajurit tidak merusak ______.
- Menjaga kelestarian tumbuhan berarti menjaga keberlangsungan hidup generasi sekarang dan generasi yang ______.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7