Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-15
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menjalankan kemauan untuk selaluberubah menuju kebaikan sebagai bentuk implementasi semangat hijrah para sahabat Nabi Muhammad saw.ke Habasyah.
- Menjalankan sikap sabar dan tabah ketika menghadapi masalah dalam kehidupan.
- Memahami sebab-sebab peristiwa hijrah sahabat ke Habasyah.
- Mengidentifikasi sebab dan akibat dari peristiwa hijrah sahabat ke Habasyah.
MATERI
B. Peristiwa Hijrah ke Habasyah
2. Hijrah ke Habasyah Tahap KeduaSetelah rombongan pertama kaum muslimin kembali ke Makkah dari Habasyah, penderitaan mereka semakin berat. Tekanan dan kekejaman kaum Quraisy justru semakin menjadi-jadi. Karena itu, Nabi Muhammad saw. memerintahkan sebagian sahabatnya untuk berhijrah kembali ke Habasyah. Rombongan hijrah tahap kedua ini dipimpin oleh Ja'far bin Abi Thalib, dengan jumlah keseluruhan 101 orang, terdiri dari 83 laki-laki dan 18 perempuan.
Perjalanan menuju Habasyah kali ini tidak semudah yang pertama. Kaum Quraisy berusaha keras menggagalkan upaya hijrah tersebut dengan meningkatkan pengawasan. Namun, berkat pertolongan Allah Swt., kaum muslimin berhasil berangkat sebelum usaha kaum Quraisy mengetahuinya.
Setibanya di Habasyah, kaum muslimin disambut dengan hangat oleh Raja Najasyi dan rakyatnya. Mendengar kabar tersebut, kaum Quraisy semakin marah dan khawatir. Mereka takut kaum muslimin akan semakin kuat karena mendapat perlindungan dari penguasa Habasyah. Maka, Quraisy mengutus dua orang tokohnya, Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi'ah, untuk menemui Raja Najasyi. Mereka membawa hadiah mewah dengan harapan bisa mempengaruhi Raja agar mengusir kaum muslimin.
Raja Najasyi yang bijaksana tidak serta-merta menerima bujuk rayu mereka. Ia ingin mendengar langsung penjelasan dari kaum muslimin. Maka, Ja'far bin Abi Thalib sebagai juru bicara menjelaskan keadaan mereka. Ia menceritakan bahwa sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab berada dalam kegelapan: menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan kezaliman, merusak hubungan keluarga, dan menindas yang lemah. Kemudian Allah mengutus seorang rasul yang jujur, terpercaya, dan suci akhlaknya, yaitu Nabi Muhammad saw. Beliau mengajarkan tauhid, meninggalkan penyembahan berhala, berlaku jujur, menunaikan amanah, berbuat baik kepada sesama, dan menjauhi segala kejahatan. Nabi juga memerintahkan salat, zakat, serta amal kebaikan lainnya.
Karena ajaran itulah, kaum Quraisy memusuhi mereka, menindas, dan menghalangi mereka dari agama yang benar. Maka, demi menyelamatkan diri, mereka memilih berhijrah ke Habasyah dengan harapan mendapat perlindungan dari Raja Najasyi.
Mendengar penjelasan Ja'far, Raja Najasyi kemudian meminta agar mereka membacakan sebagian ajaran Nabi Muhammad saw. Ja'far pun membacakan ayat-ayat Surah Maryam. Ketika mendengarnya, Raja Najasyi dan para pembesarnya meneteskan air mata karena ayat-ayat tersebut membenarkan ajaran Injil. Najasyi pun menolak tuduhan utusan Quraisy dan menolak hadiah mereka. Kaum muslimin pun bersyukur mendapat perlindungan dari raja yang adil tersebut.
Namun, Amr bin Ash tidak menyerah. Keesokan harinya ia kembali menemui Raja Najasyi dan mengatakan bahwa kaum muslimin menghina kedudukan Isa putra Maryam. Najasyi pun memanggil kaum muslimin untuk meminta penjelasan. Dengan tenang, Ja'far menjawab bahwa menurut ajaran Nabi Muhammad saw., Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya, roh dan firman-Nya yang disampaikan kepada Maryam.
Jawaban Ja'far membuat Najasyi semakin yakin bahwa ajaran Nabi Muhammad saw. adalah kebenaran. Dengan penuh keyakinan, ia berkata, "Demi Allah, apa yang engkau katakan sesuai dengan apa yang dibawa oleh Isa a.s. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Jika bukan karena tugasku sebagai raja, niscaya aku akan mendatanginya untuk mencium terompahnya." Dengan demikian, Raja Najasyi menyatakan keislamannya.
Akhirnya, Najasyi memerintahkan agar utusan Quraisy kembali ke Makkah dengan tangan hampa. Semua hadiah yang mereka bawa pun dikembalikan. Sementara itu, kaum muslimin tetap hidup tenang di Habasyah di bawah perlindungan Raja Najasyi yang adil dan bijaksana.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
Peristiwa Hijrah Ke Habasyah Yang Kedua
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Pemimpin rombongan hijrah ke Habasyah tahap kedua adalah __________.
- Jumlah rombongan hijrah tahap kedua adalah __________ orang.
- Dari jumlah tersebut, laki-laki berjumlah __________ orang dan perempuan berjumlah __________ orang.
- Dua tokoh Quraisy yang diutus menemui Raja Najasyi adalah __________ dan __________.
- Utusan Quraisy membawa __________ untuk mempengaruhi Raja Najasyi.
- Surah Al-Qur'an yang dibacakan Ja'far bin Abi Thalib di hadapan Raja Najasyi adalah Surah __________.
- Mendengar bacaan Al-Qur'an, Raja Najasyi dan para pembesarnya meneteskan __________.
- Menurut penjelasan Ja'far, Isa a.s. adalah __________, utusan-Nya, roh-Nya, dan firman-Nya yang disampaikan kepada Maryam.
- Raja Najasyi akhirnya menyatakan bahwa ia percaya Nabi Muhammad saw. adalah __________ Allah.
- Semua hadiah yang dibawa utusan Quraisy kepada Raja Najasyi akhirnya __________ kepada mereka.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3
SEMESTER GENAP
Pelajaran 4 Pelajaran 5 Pelajaran 6 Pelajaran 7