Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-9
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima kebenaran ajaran Islam serta menghindari nilai-nilai negatif agama dan kepercayaan masyarakat Arab Pra-Islam.
- Menjalankan sikap tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
- Memahami agama dan kepercayaan masyarakat Arab Pra-Islam.
- Mengorganisasi informasi kisah tentang karakteristik agama dan kepercayaan masyarakat Arab Pra-Islam.
MATERI
B. Kepercayaan Animisme dan Dinamisme
Sebelum datangnya Islam, sebagian masyarakat Arab menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme adalah keyakinan terhadap roh yang mendiami benda-benda alam, seperti pohon, batu, dan sungai. Sementara itu, dinamisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib yang dapat memengaruhi kehidupan manusia. Kepercayaan ini kemudian berkembang dalam bentuk penyembahan terhadap berhala atau benda-benda keramat. Dari sinilah muncul agama Majusi yang berkembang di Persia.
1. Menyembah BerhalaTradisi penyembahan berhala di Makkah bermula dari Amir bin Lubai, seorang pemimpin suku Khuza'ah. Saat melakukan perjalanan ke negeri Syam (Syria), ia melihat penduduk setempat menyembah berhala. Ia kemudian tertarik, mempelajari praktik tersebut, dan membawanya ke Makkah. Berhala pertama yang dibawanya bernama Hubal, lalu diletakkan di Ka'bah.
Penyembahan terhadap berhala dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
- Mengelilingi berhala sambil berdoa dan memohon pertolongan. Jika berhala itu dianggap memberi tanda, maka mereka percaya permintaannya terkabul.
- Mempersembahkan hewan kurban di hadapan berhala sambil menyebut namanya. Mereka yakin doa akan lebih cepat terkabul jika disertai penyembelihan kurban.
- Memberikan persembahan berupa makanan, minuman, atau hasil panen sebagai ucapan syukur atas keberhasilan dan kesuksesan yang mereka yakini berasal dari berhala.
- Memberi sesajen di tempat-tempat keramat dan suci, sebagai bentuk penghormatan kepada roh nenek moyang atau jin yang dianggap menghuni tempat tersebut. Mereka percaya roh-roh itu dapat memberikan petunjuk dalam kehidupan.
Pada masa itu, penyembahan berhala menjadi sangat marak. Bahkan, di sekitar Ka'bah terdapat sekitar 360 berhala, dengan berhala-berhala besar seperti Latta, Uzza, Manat, dan Hubal. Di antara semuanya, Hubal dianggap sebagai berhala terbesar dan pemimpin berhala lainnya.
2. Menyembah MalaikatSelain menyembah berhala, sebagian masyarakat Arab juga menyembah malaikat. Mereka meyakini bahwa malaikat adalah anak perempuan Tuhan. Dengan keyakinan itu, mereka menyembah malaikat agar segala doa dan keinginan mereka terkabul.
3. Menyembah Benda-Benda LangitSebagian besar masyarakat Arab kuno memuja benda-benda langit, seperti matahari, bulan, dan bintang. Mereka menganggap bahwa benda-benda langit tersebut adalah perwujudan Tuhan atau penampakan dari kekuasaan Tuhan. Pada siang hari mereka menyembah matahari, sedangkan pada malam hari mereka beribadah kepada bulan dan bintang.
Mereka juga bertapa dan berdoa kepada bintang-bintang agar mendapatkan pertolongan serta keberhasilan. Para tokoh yang ahli dalam penyembahan dan perhitungan peredaran bintang disebut ahli nujum. Ahli nujum dipercaya mampu mengetahui peristiwa-peristiwa penting dan keadaan dunia berdasarkan gerakan bintang.
4. Penganut Keperc ayaan MajusiDi wilayah Persia (Iran kuno), berkembang agama Majusi atau Mazdaisme. Penganut Majusi mula-mula menyembah banyak dewa. Namun, pada tahun 660 SM lahirlah seorang nabi bernama Zoroaster. Ia mendapat tugas dari Tuhan mereka, yaitu Ahura Mazda, untuk membersihkan agama dari praktik penyembahan dewa-dewa. Zoroaster mengajarkan agar hanya menyembah Ahura Mazda serta menegakkan kebajikan dan menolak kejahatan.
Kitab suci agama Majusi disebut Avesta, yang berarti pengetahuan. Selain itu, terdapat pula kitab Zend Avesta, yaitu kitab tafsir atau penjelasan terhadap Avesta. Karena ajaran ini berasal dari Zoroaster, agama Majusi juga dikenal dengan nama agama Zoroaster.
Demikianlah berbagai bentuk agama dan kepercayaan yang dianut masyarakat Arab sebelum datangnya Islam. Mayoritas dari mereka terjerumus dalam penyembahan berhala, benda-benda langit, malaikat, hingga pengaruh agama Majusi. Semua itu dianggap sebagai ajaran sesat dan tidak sesuai dengan kebenaran. Hingga akhirnya datanglah Islam melalui Nabi Muhammad saw., agama yang membawa manusia kepada tauhid yang murni, mengajarkan kebenaran, dan tetap berjaya hingga saat ini.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Animisme adalah kepercayaan terhadap kekuatan roh yang mendiami benda-benda seperti ________, ________, dan ________.
- Dinamisme adalah kepercayaan bahwa segala benda memiliki ________ yang dapat memengaruhi kehidupan manusia.
- Amir bin Lubai membawa berhala bernama ________ dari Syam (Syria) dan meletakkannya di ________.
- Persembahan kepada berhala dapat berupa ________, ________, atau hasil panen.
- Di sekitar Ka'bah terdapat ________ berhala, di antaranya berhala besar seperti Latta, Uzza, Manat, dan ________.
- Masyarakat Arab sebelum Islam menganggap bahwa malaikat adalah ________ dari Tuhan.
- Sebagian masyarakat Arab menyembah benda-benda langit, antara lain ________, ________, dan ________.
- Para penyembah bintang disebut sebagai ________, yaitu orang yang mengetahui perhitungan perjalanan bintang-bintang.
- Agama Majusi berasal dari Persia kuno dengan Tuhan yang disebut ________.
- Kitab suci agama Majusi adalah ________ yang dilengkapi dengan kitab ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8