Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-11
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima irhas Nabi Muhammad saw. pada masa kanak-kanak.
- Menjalankan sikap jujur dalam berinteraksi dengan teman, guru, dan tetangga.
- Memahami masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.
- Menceritakan kembali tentang masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.
MATERI
A. Masa Kelahiran Nabi Muhammad saw
Pada tahun 571 Masehi, bertepatan dengan Tahun Gajah, lahirlah seorang bayi laki-laki yang kelak menjadi rahmat bagi seluruh alam. Bayi itu adalah Muhammad bin Abdullah, putra Aminah binti Wahab. Sejak awal kelahirannya, Muhammad sudah membawa kebahagiaan bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Namun, beliau lahir dalam keadaan yatim karena ayahnya, Abdullah, telah wafat ketika Muhammad masih berada dalam kandungan ibunya.
Beberapa waktu sebelum kelahiran beliau, terjadi peristiwa besar yang mengguncang Makkah. Seorang panglima dari Ethiopia bernama Abrahah datang dengan pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka'bah. Abrahah merasa iri dan tidak rela karena Makkah semakin ramai dikunjungi para jamaah haji, sehingga kedudukan Quraisy menjadi semakin mulia dan dihormati. Dengan angkuhnya, ia membawa pasukan besar untuk meruntuhkan Baitullah.
Namun, Allah Swt. menunjukkan kuasa-Nya. Ia mengutus pasukan burung Ababil yang membawa sijjil, yaitu batu kerikil panas dari neraka. Batu-batu itu dijatuhkan tepat mengenai pasukan Abrahah hingga binasa. Peristiwa menakjubkan ini diabadikan Allah dalam Surah al-Fiil ayat 1-5, sebagai bukti bahwa Ka'bah dijaga langsung oleh-Nya.
Di tengah suasana itulah, pada malam menjelang dini hari, tepatnya hari Senin, 12 Rabiul Awwal, Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Kabar kelahiran bayi mulia ini segera sampai ke telinga kakeknya, Abdul Muthalib. Dengan hati bergetar penuh kasih, Abdul Muthalib segera datang, mengambil bayi mungil itu dalam pelukannya, dan merasakan cinta yang mendalam di dadanya.
Sebagai ungkapan syukur, Abdul Muthalib menggendong cucunya itu lalu membawanya mengelilingi Ka'bah. Dengan khidmat ia berdoa kepada Allah Swt., memohon keberkahan dan keselamatan bagi bayi yang baru lahir. Saat itu juga, ia memberikan nama Muhammad kepada cucunya. Nama tersebut berarti "yang terpuji", sebuah nama yang jarang digunakan masyarakat Arab kala itu, namun memiliki makna yang agung.
Tidak hanya itu, Abdul Muthalib juga memerintahkan penyembelihan seekor unta sebagai tanda syukur, sekaligus mengadakan jamuan makanan untuk kaum Quraisy. Semua orang turut bergembira menyambut lahirnya seorang anak yang kelak akan membawa cahaya dan perubahan besar bagi dunia.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. lahir pada tahun ________, bertepatan dengan Tahun Gajah.
- Ayah Nabi Muhammad saw. bernama ________.
- Ibu Nabi Muhammad saw. bernama ________.
- Panglima dari Ethiopia yang hendak menghancurkan Ka'bah bernama ________.
- Allah mengutus burung ________ untuk menghancurkan pasukan Abrahah.
- Burung-burung itu membawa batu kerikil panas dari neraka yang disebut ________.
- Peristiwa pasukan bergajah diabadikan dalam Surah ________ ayat 1-5.
- Nabi Muhammad saw. lahir pada hari ________, tanggal 12 Rabiul Awwal.
- Kakek Nabi Muhammad saw. yang sangat gembira menyambut kelahirannya bernama ________.
- Nama "Muhammad" berarti ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8