Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-21
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai mukjizat Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa
- Menjalankan sikap peduli dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga
- Memahami masa dewasa Nabi Muhammad saw.
- Mengorganisasikan informasi tentang kisah masa dewasa Nabi Muhammad saw.
MATERI
C. Pernikahan Nabi Muhammad saw.
Setelah melewati masa kanak-kanak dan remaja, Nabi Muhammad saw. pun beranjak dewasa. Pada masa ini, peran Abu Talib sangat besar dalam mendidik dan membimbing beliau. Abu Talib mengasuh Muhammad saw. dengan penuh kasih sayang, layaknya orang tua sendiri. Didikan yang tulus ini membuat kewibawaan dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad saw. semakin tampak dari waktu ke waktu.
Ketika dewasa, Muhammad saw. mulai berdagang dan melakukan perjalanan ke negeri Syam. Dalam perjalanan inilah beliau berjumpa dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar perempuan yang terkenal kaya raya, dermawan, dan terpandang di kalangan Quraisy. Pada saat itu, Khadijah mempercayakan barang dagangannya kepada Muhammad saw. untuk dijual di Syam, dengan ditemani seorang pembantu bernama Maisyarah.
Sepulangnya dari perjalanan dagang tersebut, keuntungan yang diperoleh Khadijah jauh lebih besar dibandingkan perjalanan dagang sebelumnya. Maisyarah kemudian menceritakan kepada Khadijah tentang sifat-sifat mulia Muhammad saw. selama perjalanan. Muhammad saw. dikenal sebagai sosok yang cerdas, jujur, amanah, dan berakhlak mulia. Mendengar hal itu, Khadijah semakin tertarik kepada Muhammad saw. dan melalui perantara Nafisah binti Munabbih, ia mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan beliau. Akhirnya, terjadilah pernikahan yang penuh keberkahan antara Muhammad saw. yang saat itu berusia 25 tahun dan Khadijah yang berusia 40 tahun.
Pernikahan mereka dihadiri oleh Bani Hasyim serta para pembesar Mudhar. Dalam pernikahan tersebut, Muhammad saw. memberikan mahar kepada Khadijah berupa 20 ekor unta. Dari pernikahan ini, Allah Swt. menganugerahi enam orang anak, yakni dua anak laki-laki bernama al-Qasim dan Abdullah, serta empat anak perempuan yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah az-Zahra. Namun, semua anak beliau meninggal dunia ketika Nabi Muhammad saw. masih hidup, kecuali Fatimah yang wafat enam bulan setelah kepergian ayahandanya tercinta.
Pernikahan Muhammad saw. dan Khadijah bukan hanya menjadi ikatan suci antara dua insan, tetapi juga menjadi teladan rumah tangga penuh cinta, kejujuran, dan pengorbanan. Dari sinilah kehidupan Nabi Muhammad saw. di masa dewasa semakin dikenal oleh masyarakat Makkah sebagai pribadi yang mulia, bijaksana, dan amanah.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Sosok yang berperan penting dalam pertumbuhan Nabi Muhammad saw. adalah ____________.
- Kewibawaan dan kemuliaan ____________ Nabi Muhammad saw. makin tampak ketika beliau dewasa.
- Saat berdagang ke Syam, Nabi Muhammad ditemani oleh seorang pembantu Khadijah yang bernama ____________.
- Ketika barang dagangan Khadijah dibawa oleh Nabi Muhammad saw., Khadijah mendapat ____________ yang besar.
- Khadijah menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan Muhammad melalui perantara ____________.
- Ketika menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad saw. memberikan mahar berupa ____________ ekor unta.
- Nabi Muhammad saw. menikah dengan Khadijah pada saat berusia ____________.
- Khadijah adalah seorang ____________ kaya raya di Mekah.
- Peristiwa penting yang menunjukkan kebijaksanaan Nabi Muhammad saw. adalah ketika meletakkan ____________ di Ka'bah.
- Anak Nabi Muhammad saw. yang masih hidup saat beliau wafat adalah ____________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8