Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-22
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai mukjizat Nabi Muhammad saw. pada masa dewasa
- Menjalankan sikap peduli dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga
- Memahami masa dewasa Nabi Muhammad saw.
- Mengorganisasikan informasi tentang kisah masa dewasa Nabi Muhammad saw.
MATERI
D. Peristiwa Peletakan Kembali Hajar Aswad dan Kebijaksanaan Nabi Muhammad saw.
Pada usia 35 tahun, sebelum diangkat menjadi nabi, Nabi Muhammad saw. terlibat dalam sebuah peristiwa penting yang terjadi di Kota Makkah. Saat itu, Makkah dilanda banjir besar yang menyebabkan air meluap hingga ke Baitullah. Akibat musibah tersebut, bangunan Ka'bah mengalami kerusakan; dindingnya retak dan sebagian roboh. Melihat kondisi ini, orang-orang Quraisy sepakat untuk memperbaiki Ka'bah. Menariknya, arsitek yang dipercaya memimpin pembangunan Ka'bah adalah seorang Romawi bernama Baqum.
Kaum Quraisy memandang Ka'bah sebagai bangunan yang suci, meskipun kala itu masih sering digunakan untuk menyembah berhala. Mereka tetap menjunjung tinggi kesakralannya dengan bertekad membangun kembali Ka'bah hanya dari harta yang bersih. Mereka menolak menggunakan harta hasil riba, rampasan, atau pekerjaan tercela lainnya. Dengan semangat kebersamaan, pembangunan Ka'bah pun berjalan hingga akhirnya sampai pada bagian paling mulia, yaitu peletakan kembali Hajar Aswad.
Di sinilah terjadi perselisihan besar. Para pemuka Quraisy saling berebut kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Perselisihan berlangsung hingga lima hari lamanya tanpa ada keputusan. Bahkan, ketegangan hampir menimbulkan pertumpahan darah di antara kabilah-kabilah Quraisy. Melihat situasi yang semakin genting, seorang tokoh Quraisy bernama Abu Umayyah bin Mughirah al-Makhzumy mengusulkan jalan keluar. Ia menyarankan agar siapa pun yang pertama kali masuk melalui pintu masjid pada keesokan harinya, dialah yang berhak menentukan peletakan Hajar Aswad. Semua pihak menyetujui usulan tersebut.
Atas kehendak Allah Swt., orang yang pertama kali memasuki Ka'bah pada keesokan harinya adalah Nabi Muhammad saw. Beliau yang dikenal masyarakat sebagai sosok yang jujur dan amanah kemudian dipercaya memutuskan perkara besar itu. Dengan penuh kebijaksanaan, Nabi Muhammad saw. tidak serta-merta meletakkan Hajar Aswad seorang diri. Beliau membentangkan surbannya, lalu meletakkan Hajar Aswad di tengahnya. Setelah itu, beliau meminta setiap perwakilan kabilah Quraisy memegang ujung surban tersebut dan mengangkatnya bersama-sama. Setibanya di dekat Ka'bah, Nabi Muhammad saw. sendiri yang mengambil Hajar Aswad dengan tangannya yang mulia, lalu meletakkannya pada tempat semula.
Keputusan yang sederhana namun penuh kebijaksanaan itu membuat semua pihak merasa puas dan lega. Perselisihan yang hampir berujung pada pertumpahan darah pun dapat dihindari. Masyarakat Quraisy semakin kagum terhadap pribadi Muhammad saw. Mereka melihat beliau sebagai sosok yang adil, bijak, dan mampu mendamaikan pertikaian. Sejak saat itu, masyarakat Makkah semakin mantap menjuluki beliau dengan gelar al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.
Peristiwa peletakan Hajar Aswad ini menjadi bukti nyata kebijaksanaan dan kecerdasan Nabi Muhammad saw. dalam menyelesaikan konflik. Selain menyelamatkan masyarakat dari perpecahan, peristiwa tersebut juga semakin meneguhkan kewibawaan dan kemuliaan akhlak beliau di mata penduduk Makkah.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Pada usia __________ tahun, Nabi Muhammad saw. terlibat dalam peristiwa peletakan kembali Hajar Aswad.
- Kota __________ dilanda banjir besar hingga menyebabkan Ka'bah rusak dan dindingnya retak.
- Arsitek yang dipercaya untuk memimpin pembangunan Ka'bah bernama __________ dari Romawi.
- Kaum Quraisy menolak menggunakan harta dari __________, __________, dan pekerjaan tercela lainnya untuk membangun Ka'bah.
- Perselisihan antar kabilah Quraisy terjadi karena semua ingin memperoleh kehormatan meletakkan __________.
- Perselisihan tentang peletakan Hajar Aswad berlangsung selama __________ hari.
- Usulan untuk menentukan siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad diajukan oleh __________ bin Mughirah al-Makhzumy.
- Atas kehendak Allah Swt., orang yang pertama kali masuk ke dalam Ka'bah adalah __________.
- Nabi Muhammad saw. menyelesaikan perselisihan dengan cara membentangkan __________ dan meletakkan Hajar Aswad di atasnya.
- Berkat kebijaksanaan beliau, masyarakat Quraisy semakin yakin menjuluki Nabi Muhammad saw. dengan gelar __________ yang berarti dapat dipercaya.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8