Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-25
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai peristiwa kerasulan Nabi Muhammad saw.
- Menjalankan sikap amanah dalam menjalankan tugas sehari-hari
- Memahami peristiwa kerasulan Nabi Muhammad saw.
- Mengurutkan peristiwa tentang kerasulan Nabi Muhammad saw.
MATERI
A. Nabi Muhammad saw. Bertafakur di Gua Hira
Muhammad saw. tumbuh di tengah masyarakat Arab yang masih berada dalam masa jahiliah. Pada masa itu, sebagian besar penduduk Arab menyembah berhala dan hidup dalam praktik-praktik yang jauh dari ajaran kebenaran. Melihat kondisi lingkungannya yang penuh kesesatan, kemaksiatan, dan kerusakan moral, hati Muhammad saw. dipenuhi rasa sedih dan kegelisahan yang mendalam. Beliau merindukan hadirnya petunjuk yang dapat menyelamatkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya kebenaran.
Memasuki usia 40 tahun, Muhammad saw. mulai sering mengasingkan diri untuk melakukan tafakur di Gua Hira, sebuah gua yang terletak di Jabal Nur, di pinggiran kota Makkah. Tafakur berarti mengheningkan cipta, merenungkan, dan menimbang-nimbang suatu perkara dengan penuh kesungguhan. Dalam kesunyian gua itu, beliau beribadah kepada Allah Swt. sesuai dengan syariat Nabi Ibrahim a.s., sekaligus merenungkan keadaan kaumnya yang hidup dalam kesesatan.
Setiap tahun, khususnya pada bulan Ramadan, Muhammad saw. menyendiri di Gua Hira selama beberapa waktu, bahkan hingga satu bulan penuh. Tujuan beliau bertafakur adalah untuk menjauhkan diri dari urusan duniawi, membersihkan hati dari segala pengaruh buruk, sekaligus mencari jalan keluar agar masyarakat Arab dapat terbebas dari kebodohan, penyembahan berhala, dan perilaku tercela.
Selama menjalani ibadah tafakur ini, beliau mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Khadijah, istrinya yang setia, selalu membawakan bekal makanan untuk mendukung pengasingan diri sang suami. Anak-anak beliau pun tidak keberatan ditinggalkan sementara oleh ayahnya, karena mereka memahami bahwa apa yang dilakukan Muhammad saw. adalah sesuatu yang mulia. Muhammad saw. biasanya pulang ke rumah apabila rindu kepada keluarganya atau ketika persediaan bekalnya telah habis.
Dengan melakukan tafakur, hati Muhammad saw. menjadi tenang, jernih, dan bersih dari pengaruh buruk lingkungan sekitarnya. Dalam keheningan Gua Hira itulah, beliau semakin dekat kepada Allah Swt. hingga akhirnya menerima wahyu pertama, yaitu Al-Qur'an, yang menjadi petunjuk agung bagi seluruh umat manusia.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nabi Muhammad saw. tumbuh di tengah masyarakat Arab yang masih berada dalam masa _____.
- Sebagian besar masyarakat Arab jahiliah menyembah _____.
- Nabi Muhammad saw. merasa sedih dan gelisah melihat keadaan kaumnya yang hidup dalam _____.
- Pada usia ___ tahun, Nabi Muhammad saw. sering bertafakur di Gua Hira.
- Gua Hira terletak di Jabal Nur, tepat di pinggiran kota _____.
- Tafakur berarti mengasingkan diri untuk ____ atau menimbang-nimbang suatu hal dengan penuh kesungguhan.
- Nabi Muhammad saw. beribadah di Gua Hira dengan mengikuti syariat Nabi _____.
- Nabi Muhammad saw. sering bertafakur selama satu bulan penuh pada bulan _____.
- Istri Nabi Muhammad saw. yang selalu mendukung beliau ketika bertafakur di Gua Hira adalah _____.
- Dalam kesunyian Gua Hira, Nabi Muhammad saw. akhirnya menerima wahyu pertama berupa _____.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8