Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-15
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menerima irhas Nabi Muhammad saw. pada masa remaja.
- Menjalankan sikap santun terhadap keluarga, teman, guru, dan tetangga.
- Memahami masa remaja Nabi Muhammad saw.
- Mengorganisasi informasi tentang masa remaja Nabi Muhammad saw.
MATERI
A. Masa Remaja Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. tumbuh tanpa asuhan kedua orang tuanya karena ayahnya meninggal sebelum beliau lahir dan ibunya wafat ketika beliau masih kecil. Sepeninggal ibunya, Muhammad kecil diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Namun, setelah dua tahun bersama kakeknya, Abdul Muthalib pun meninggal dunia. Sejak itu, pengasuhan Muhammad dilanjutkan oleh pamannya, Abu Talib.
Abu Talib merawat Muhammad dengan penuh kasih sayang meskipun hidupnya serba sederhana. Dalam asuhannya, Muhammad banyak belajar keterampilan hidup, seperti beternak dan berdagang. Oleh karena itu, beliau tumbuh menjadi anak yang mandiri, kuat, dan tangguh. Sejak usia 8 tahun hingga 25 tahun, Abu Talib selalu mendampingi Muhammad dalam berbagai aktivitas kehidupan.
Masa remaja Muhammad dikenal sebagai masa yang aktif, penuh kerja keras, dan banyak memberi manfaat bagi orang lain. Beliau bahkan mampu mengerjakan pekerjaan orang dewasa dengan penuh tanggung jawab. Berikut adalah beberapa aktivitas dan perilaku Nabi Muhammad saw. pada masa remaja:
- Menjadi Penggembala Ternak
- Perjalanan Dagang ke Negeri Syam
- Meninggalkan Tradisi Buruk
- Mengikuti Perang Fijar
Sejak berusia delapan tahun, Muhammad ikut membantu pamannya yang tidak memiliki banyak harta. Beliau menggembalakan ternak milik pamannya, kerabat, bahkan penduduk Makkah. Bagi Muhammad, menggembala ternak bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga kesempatan untuk menyendiri, merenung, dan menjauh dari keramaian kota Makkah. Saat menggembala, beliau merenungi perbuatan tercela masyarakat Quraisy yang menyembah berhala.
Dari pekerjaan ini, Muhammad mendapatkan upah. Namun, semua upah itu diserahkan kepada Abu Talib untuk membantu kebutuhan sehari-hari keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa sejak kecil Muhammad telah memiliki sifat mandiri, bertanggung jawab, dan berbakti kepada keluarga.
Ketika berusia 12 tahun, Muhammad tumbuh sehat dan kuat. Suatu hari, Abu Talib hendak bergabung dengan rombongan kafilah dagang menuju negeri Syam. Muhammad kecil memohon izin agar diperbolehkan ikut serta. Meskipun awalnya berat hati, akhirnya Abu Talib mengizinkan keponakannya untuk ikut dalam perjalanan panjang tersebut.
Dalam perjalanan dagang ini, muncul beberapa tanda kenabian pada diri Muhammad, salah satunya adalah ketika beliau bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Pendeta itu merupakan ahli kitab yang memahami Taurat dan Injil. Buhaira mengenali tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad dan berpesan kepada Abu Talib agar menjaga beliau baik-baik, karena dikhawatirkan ada orang yang ingin mencelakainya.
Masa muda Muhammad dijalani di tengah masyarakat jahiliah yang banyak melakukan kebiasaan buruk, seperti menyembah berhala, mabuk-mabukan, dan perbuatan tercela lainnya. Namun, Muhammad tidak pernah terjerumus dalam kebiasaan buruk itu. Beliau justru merasa sedih melihat kerusakan moral masyarakatnya.
Muhammad kemudian mengajak beberapa pemuda untuk bersama-sama melawan kezalimannya. Mereka berusaha melindungi kaum lemah dan miskin dari penindasan. Usaha ini berhasil membawa perubahan positif di masyarakat Makkah pada waktu itu. Karena kejujuran, amanah, dan akhlaknya yang mulia, masyarakat menjuluki beliau dengan gelar al-Amin, yang artinya orang yang dapat dipercaya.
Ketika berusia sekitar 14 hingga 15 tahun, Muhammad ikut serta dalam Perang Fijar, yaitu peperangan antara suku Quraisy melawan suku Hawazin. Kata Fijar berarti "melanggar kesucian", sebab perang itu terjadi pada bulan Dzulqaidah, salah satu bulan yang diharamkan untuk berperang.
Dalam perang tersebut, Muhammad tidak ikut bertempur. Beliau hanya membantu dengan menyediakan anak panah untuk pamannya. Akibat perang itu, kondisi ekonomi masyarakat Makkah merosot, Ka'bah sepi dari kunjungan jamaah haji, dan banyak rakyat kecil yang menderita.
Masa remaja Nabi Muhammad saw. dipenuhi dengan pengalaman yang membentuk pribadi beliau sebagai manusia yang jujur, amanah, pekerja keras, serta peduli terhadap sesama. Dari menggembala, berdagang, hingga menghadapi tantangan masyarakat jahiliah, semua pengalaman itu mempersiapkan beliau untuk tugas besar sebagai Nabi terakhir bagi umat manusia.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Setelah ibunya wafat, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh kakeknya bernama ________.
- Setelah Abdul Muthalib meninggal, Nabi Muhammad saw. diasuh oleh ________.
- Untuk membantu pamannya, Nabi Muhammad bekerja sebagai ________.
- Usia Nabi Muhammad ketika ikut berdagang ke negeri Syam adalah ________.
- Nama pendeta Nasrani yang bertemu Nabi Muhammad saat di Syam adalah ________.
- Nabi Muhammad tidak pernah mengikuti kebiasaan buruk kaum Quraisy, salah satunya adalah ________.
- Nabi Muhammad mengajak para pemuda untuk melindungi kaum ________ dan ________.
- Gelar yang diberikan masyarakat Makkah kepada Nabi Muhammad karena jujur adalah ________.
- Usia Nabi Muhammad ketika ikut dalam Perang Fijar adalah ________. Dalam Perang Fijar, tugas Nabi Muhammad hanyalah ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8