Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-34
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah Swt.
- Menjalankan sikap peduli pada masyarakat
- Memahami bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad saw.
- Mengorganisasi bukti-bukti kerasulan Nabi Muhammad saw.
MATERI
E. Pengasuhan Pamannya
Secara umum, bertambahnya jumlah anggota keluarga akan menambah beban dan biaya hidup. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Abu Thalib semenjak Nabi Muhammad saw. berada dalam pengasuhannya. Justru, setiap kali Abu Thalib makan bersama Muhammad kecil, makanan yang sedikit terasa cukup bahkan mengenyangkan seluruh keluarga. Sebaliknya, apabila mereka makan tanpa Muhammad, makanan itu terasa kurang. Karena itu, Abu Thalib selalu berusaha makan bersama Muhammad saw.
Kasih sayang Abu Thalib kepada Muhammad sangat besar, bahkan melebihi kasih sayangnya kepada anak-anaknya sendiri. Beliau melihat perilaku Muhammad kecil sangat berbeda dengan anak-anak sebayanya. Muhammad tidak pernah tamak terhadap makanan, selalu menjaga kebersihan tubuh dan pakaian, serta senantiasa merapikan rambutnya. Wajah dan tubuhnya tampak bersih, sehingga menambah wibawa dirinya.
Suatu hari Abu Thalib pernah meminta Muhammad kecil berganti pakaian di hadapannya sebelum tidur. Muhammad tidak menyukai permintaan tersebut, tetapi karena tidak ingin menolak mentah-mentah, ia meminta agar pamannya memalingkan wajah ketika ia berganti pakaian. Hal ini membuat Abu Thalib terkejut, sebab pada masa itu bahkan orang dewasa Arab tidak keberatan jika diminta membuka pakaian di hadapan orang lain. Dari kejadian itu Abu Thalib semakin yakin bahwa Muhammad memiliki akhlak yang istimewa. Ia berkata, "Aku tidak pernah mendengar dia berbohong, tidak pernah melihatnya berbuat hal yang tidak senonoh. Ia tertawa hanya bila perlu, tidak suka bermain-main sebagaimana anak-anak lain, lebih suka menyendiri, serta selalu sopan, rendah hati, dan bersahaja."
Sejak kecil, Nabi Muhammad saw. memang terjaga dari perbuatan yang buruk. Beliau tidak pernah menyembah berhala, tidak makan daging hewan yang dipersembahkan untuk sesembahan berhala, tidak meminum minuman keras, dan tidak berfoya-foya sebagaimana kebiasaan masyarakat Arab kala itu.
Ketika beliau masih kecil, Makkah mengalami musim kemarau panjang. Orang-orang Quraisy pun meminta Abu Thalib untuk berdoa memohon hujan. Abu Thalib membawa Muhammad kecil, lalu menyandarkannya pada dinding Ka'bah. Dalam kondisi panas terik, tiba-tiba awan hitam datang dari berbagai penjuru dan menaungi Ka'bah. Tak lama kemudian, hujan lebat pun turun membasahi lembah-lembah yang kering. Kejadian ini semakin menguatkan bahwa kehadiran Muhammad membawa keberkahan bagi semua.
F. Awan Menaungi Perjalanannya
Ketika Muhammad saw. beranjak remaja, beliau turut serta dalam kafilah dagang pamannya, Abu Thalib, menuju negeri Syam. Rombongan dagang itu melewati sebuah tempat bernama Bushra, di mana mereka bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira.
Pendeta Buhaira merasa heran melihat rombongan kafilah tersebut. Ia sering menyaksikan kafilah dari Makkah lewat, namun kali ini berbeda. Ada awan yang senantiasa menaungi rombongan itu sepanjang perjalanan, seakan melindungi seseorang di dalamnya. Ketika rombongan berhenti berteduh di bawah pohon, awan itu pun ikut berhenti, dan pohon itu merunduk menaungi Muhammad kecil.
Pendeta Buhaira kemudian mengamati satu per satu anggota rombongan. Ia mencari sosok istimewa yang diyakininya sebagai Nabi akhir zaman. Abu Thalib awalnya tidak membawa Muhammad kecil ke perjamuan pendeta, karena Muhammad sedang menjaga barang dagangan. Namun setelah ditanya, Abu Thalib mengaku masih ada seorang kemenakan yang belum hadir. Buhaira bersikeras agar Muhammad dibawa.
Ketika Muhammad hadir, pendeta itu memegang tangannya, memperhatikannya dengan seksama, lalu melihat tanda kenabian di antara kedua pundaknya (khatam an-nubuwwah). Ia berkata, "Inilah pemimpin dunia, Rasul Tuhan semesta alam. Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi seluruh alam." Buhaira juga menjelaskan bahwa pohon dan batu sujud ketika Muhammad lewat, dan hal itu hanya terjadi kepada seorang nabi.
Pendeta Buhaira pun memberi nasihat kepada Abu Thalib agar menjaga keponakannya dengan baik, karena kelak ia akan menjadi pemimpin umat manusia. Ia juga memperingatkan agar jangan sampai orang Yahudi mengetahui hal ini, sebab mereka memiliki sifat iri dan ingin agar nabi hanya berasal dari Bani Israil, bukan dari bangsa Arab.
Peristiwa ini semakin memperkuat berita tentang kenabian Muhammad saw. yang sudah ditandai sejak kelahiran beliau. Keajaiban awan yang menaungi Muhammad juga disaksikan banyak orang, termasuk Maisarah (pembantu Khadijah) ketika Muhammad berdagang ke Syam membawa barang dagangan milik Khadijah. Bahkan Khadijah sendiri kemudian mendengar cerita tentang hal ini dari Maisarah, dan semakin yakin dengan keistimewaan Muhammad.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Nama paman Nabi Muhammad saw. yang mengasuh beliau sejak kecil adalah __________.
- Abu Thalib merasakan bahwa makanan yang sedikit menjadi cukup jika __________.
- Berbeda dengan anak-anak seusianya, Muhammad saw. tidak pernah __________ dengan makanan.
- Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad kecil adalah selalu menjaga __________ dan __________.
- Abu Thalib terkejut karena Muhammad saw. menolak untuk berganti pakaian di hadapan orang lain, sebab beliau sangat menjaga __________.
- Nabi Muhammad saw. tidak pernah menyembah __________, tidak memakan daging sembelihan untuk __________, dan tidak pernah minum __________.
- Ketika terjadi musim kemarau panjang, orang Quraisy meminta Abu Thalib berdoa hujan dengan membawa __________.
- Pada perjalanan dagang ke negeri Syam, kafilah Abu Thalib bertemu dengan seorang pendeta Nasrani bernama __________.
- Pendeta Buhaira mengenali Nabi Muhammad saw. sebagai calon Rasul melalui tanda __________ yang ada di punggung beliau.
- Keajaiban yang menyertai perjalanan Nabi Muhammad saw. ke Syam adalah adanya __________ yang selalu menaungi beliau.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8