Mewujudkan Generasi Berkarakter Islami dan Unggul serta Madrasah Bersih, Sehat, dan Asri
(Berkilau & Berseri)
PERTEMUAN KE-6
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:- Menghargai makna positif dari mata pencaharian masyarakat Arab Pra-Islam.
- Menjalankan sikap kerja keras menjalankan aktivitas sehari-hari.
- Memahami mata pencaharian masyarakat Arab Pra-Islam.
- Mengorganisasi informasi tentang mata pencaharian masyarakat Arab Pra-Islam.
MATERI
B. Perdagangan Masyarakat Arab Sebelum Islam
Perdagangan merupakan salah satu aktivitas utama masyarakat Arab sebelum datangnya Islam. Pusat perdagangan terpenting berada di Makkah dan Madinah, dua kota yang strategis karena terletak di jalur lintasan kafilah dagang antarwilayah. Pasar-pasar besar seperti Ukaz, Dzi Majaz, dan Majinnah bukan hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga berkembang sebagai pusat kebudayaan. Di tempat inilah para sastrawan, penyair, dan orator berkumpul untuk menunjukkan karya dan kemampuan mereka. Dengan demikian, perdagangan tidak hanya berperan dalam bidang ekonomi, tetapi juga dalam perkembangan sosial dan budaya masyarakat Arab.
1. Sistem dan Tata Cara BerdagangDalam menjalankan kegiatan perniagaannya, masyarakat Arab menggunakan beberapa cara:
- Pertama, berdagang secara rombongan atau yang dikenal dengan kafilah. Para pedagang berkumpul dalam jumlah besar dan melakukan perjalanan jauh bersama-sama. Kafilah biasanya menggunakan unta untuk mengangkut barang dagangan, sementara sebagian pedagang berjalan kaki pada malam hari dan beristirahat di siang hari. Untuk menjaga keamanan, mereka dikawal oleh sejumlah pengawal bersenjata. Sistem ini memberi rasa aman bagi para pedagang dalam menempuh perjalanan melewati padang pasir yang luas dan berbahaya.
- Kedua, perdagangan diatur berdasarkan musim. Masyarakat Arab melakukan dua kali perjalanan dagang dalam setahun, yaitu pada musim panas dan musim dingin. Pada musim panas, mereka berdagang ke Syam (Suriah), sedangkan pada musim dingin mereka menuju Yaman. Pola perjalanan ini bahkan disebutkan dalam Al-Qur'an, tepatnya pada Surah Quraisy. Dengan pengaturan waktu yang tepat, para pedagang dapat memperoleh keuntungan besar karena membawa barang-barang sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah tujuan.
- Ketiga, sistem kerja sama dengan cara bagi hasil. Dalam sistem ini, ada dua pihak yang terlibat. Pihak pertama adalah pemilik modal atau pemilik barang dagangan, sedangkan pihak kedua adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menjual barang tersebut. Keuntungan dari hasil penjualan kemudian dibagi sesuai kesepakatan bersama. Rasulullah saw. sendiri pernah melakukan sistem ini ketika bekerja sama dengan seorang saudagar kaya, Khadijah, sebelum beliau menikah dengannya. Sistem ini menunjukkan bahwa masyarakat Arab telah mengenal bentuk kerja sama yang cukup adil dan saling menguntungkan.
Jalur perdagangan masyarakat Arab mencakup wilayah yang luas. Mereka berdagang hingga ke Syam, Yaman, Persia, Habsyah, dan Mesir. Perjalanan ini memakan waktu lama karena harus menembus padang pasir dengan medan yang berat. Untuk itu, mereka memanfaatkan unta dan kuda sebagai sarana transportasi utama. Hubungan dagang ini membuat bangsa Arab berinteraksi dengan bangsa lain dan mempelajari berbagai sistem perniagaan, termasuk yang berasal dari orang-orang Yaman yang dikenal sangat mahir dalam berdagang.
3. Kelemahan dalam Bidang IndustriMeskipun perdagangan berkembang pesat, industri di Jazirah Arab sebelum Islam masih tergolong lemah. Kegiatan industri hanya dianggap sebagai profesi sederhana dan kurang bergengsi, sehingga sebagian besar dikerjakan oleh budak dan orang Yahudi. Jenis industri yang ada pun terbatas, antara lain pandai besi, tukang kayu, penenunan, dan pembuatan senjata. Kondisi ini memperlihatkan bahwa bangsa Arab lebih menaruh perhatian besar pada perdagangan daripada pada sektor industri.
4. Perdagangan dan Perubahan EkonomiKegiatan perdagangan yang begitu maju menjadikan masyarakat Arab, khususnya Quraisy, memiliki kedudukan penting dalam perekonomian Jazirah Arab. Akan tetapi, pada saat itu praktik riba juga marak terjadi, termasuk di Makkah sebagai pusat perniagaan. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari sistem perdagangan bangsa lain yang mereka pelajari. Meski demikian, perdagangan tetap menjadi sumber utama penghidupan masyarakat Arab. Seiring waktu, perkembangan ini bertransformasi ketika kemudian ditemukan tambang minyak dalam jumlah sangat besar di tanah Arab. Hasil minyak bumi tersebut diekspor ke berbagai negara sehingga menjadikan wilayah Arab sebagai kawasan yang kaya dan makmur hingga kini.
Silakan tonton video berikut untuk menambah wawasan dan pengetahuan kalian!
EVALUASI
Kerjakan soal di bawah ini!- Pasar terkenal di Jazirah Arab sebelum Islam antara lain ________, ________, dan ________.
- Perdagangan diatur berdasarkan dua musim, yaitu musim ________ ke Syam dan musim ________ ke Yaman.
- Perdagangan yang dilakukan secara rombongan disebut dengan ________.
- Hewan yang digunakan untuk mengangkut barang dagangan dalam perjalanan kafilah adalah ________.
- Sistem kerja sama dagang dengan cara bagi hasil pernah dilakukan Rasulullah saw. dengan seorang saudagar kaya bernama ________.
- Surah dalam Al-Qur'an yang menjelaskan perjalanan dagang orang Quraisy adalah Surah ________ ayat 1-4.
- Masyarakat Arab melakukan perjalanan dagang hingga ke wilayah ________, ________, ________, dan ________.
- Dalam perdagangan, bangsa Arab sering mempraktikkan sistem yang merugikan, yaitu ________.
- Industri di Jazirah Arab sebelum Islam masih lemah, beberapa profesi yang ada antara lain tukang besi, tukang kayu, penenun, dan ________.
- Setelah ditemukannya tambang minyak bumi, wilayah Arab kemudian menjadi negara yang ________ dan ________.
Selamat mengerjakan.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.
SEMESTER GASAL
Pelajaran 1 Pelajaran 2 Pelajaran 3 Pelajaran 4 Pelajaran 5
SEMESTER GENAP
Pelajaran 6 Pelajaran 7 Pelajaran 8